Jurnal1jambi.com,- Himpunan Mahasiswa Kerinci Sungai Penuh Universitas Adiwangsa Jambi (HIMKAJA) mengambil langkah strategis memperkuat fondasi organisasi dengan menggandeng Dr. dr. H. Deri Mulyadi, S.H., M.H.Kes., M.Kes., S.P.O.T., sebagai pembina. Penetapan tersebut dilakukan dalam audiensi dan silaturahmi yang digelar di Ruang Diskusi Lantai 1 Fakultas Kedokteran Universitas Adiwangsa Jambi.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, namun tetap membahas sejumlah agenda penting bagi masa depan organisasi. Mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas mahasiswa, hingga pentingnya membangun jejaring kolaborasi antara organisasi mahasiswa, akademisi, dan tokoh daerah menjadi pokok pembahasan.
Dalam kesempatan itu, HIMKAJA secara resmi menetapkan Dr. Deri Mulyadi sebagai Pembina HIMKAJA. Kehadiran pembina diharapkan tidak sekadar menjadi simbol struktural, tetapi mampu memberikan pendampingan berkelanjutan, perspektif strategis, serta arahan dalam mengawal berbagai program dan dinamika organisasi.
Ketua Umum HIMKAJA Muhammad Nazio Ulhaq menilai, kehadiran Dr. Deri Mulyadi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas organisasi sekaligus membentuk kader mahasiswa yang berintegritas, memiliki daya saing, dan peka terhadap persoalan pembangunan daerah. Menurutnya, organisasi mahasiswa membutuhkan ruang belajar yang luas agar gagasan tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata.
“Kami berharap kehadiran Bapak Dr. dr. H. Deri Mulyadi sebagai Pembina dapat memberikan motivasi, arahan, dan pengalaman bagi seluruh pengurus HIMKAJA. Sinergi ini menjadi modal penting untuk menjadikan HIMKAJA sebagai organisasi mahasiswa yang semakin solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh,” ujar Muhammad Nazio Ulhaq.
Melalui audiensi tersebut, HIMKAJA menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola organisasi, memperluas kemitraan, serta melahirkan program-program yang berdampak bagi mahasiswa, kampus, dan masyarakat. Sebab, organisasi mahasiswa yang kuat bukan hanya tentang siapa yang memimpin hari ini, melainkan tentang bagaimana kader dipersiapkan untuk membawa gagasan, merawat nilai, dan menghadirkan perubahan bagi daerah di masa depan.













