Jurnal1jambi.com,- Komitmen memperkuat ekonomi rakyat kembali ditegaskan jajaran TNI. Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin mengikuti rapat evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara virtual bersama Kepala Staf Teritorial Panglima TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi di Gedung Puskodalopsdam II/Sriwijaya, Selasa 26/05/2026. Agenda ini menjadi penanda bahwa isu ketahanan pangan tak lagi sekadar wacana, melainkan kerja nyata yang dituntut bergerak cepat hingga ke tingkat desa.
Dalam rapat tersebut, evaluasi difokuskan pada progres pembentukan koperasi serta hambatan teknis di lapangan. Mulai dari persoalan birokrasi, kesiapan sumber daya manusia, hingga pola pendampingan masyarakat menjadi perhatian utama agar program tidak berhenti sebagai simbol administratif semata.
Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin menegaskan, satuan teritorial harus hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga penggerak. “Koperasi desa harus menjadi ruang tumbuh ekonomi masyarakat. Karena itu, percepatan harus dibarengi akuntabilitas dan pendampingan yang tepat sasaran,” tegasnya dalam forum evaluasi tersebut.

Program KDKMP dinilai memiliki dampak strategis, terutama bagi masyarakat desa yang selama ini membutuhkan akses ekonomi lebih kuat dan berkelanjutan. Di tengah tantangan ketahanan pangan nasional, keberadaan koperasi diharapkan mampu memperkuat distribusi hasil pertanian, membuka peluang usaha, sekaligus mengurangi ketergantungan ekonomi dari luar daerah.
Langkah percepatan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran Kodam II/Sriwijaya. Personel teritorial disiapkan untuk mengedukasi masyarakat, mengawal tata kelola koperasi, serta memastikan program berjalan transparan dan benar-benar menyentuh kebutuhan warga di lapangan.
Di balik rapat virtual itu, tersimpan pesan yang lebih besar ketahanan negara tak hanya dijaga lewat senjata, tetapi juga lewat kemandirian ekonomi rakyat. Ketika desa diberi ruang tumbuh dan masyarakat dilibatkan sebagai pelaku utama, maka kedaulatan pangan bukan lagi slogan melainkan fondasi masa depan bangsa.











