Jurnal1Jambi.com.- Palembang, Siapa yang Tidak Kenal PT PUSRi, sejak diresmikan tanggal 22 Desember 1994 oleh Presiden kedua Alm Soeharto, Nama Pusri banyak di kenal Oleh berbagai pihak, khususnya Warga Kota Palembang dan umumnya semua petani.

Mengingat Pusri sejak diresmikan banyak memproduksi pupuk unggulan yg sangat dibutuhkan Masyarakat Petani. Seiring waktu, Pusri terus melakukan pengembangan dan perluasan areal pabrik guna Meningkatkan Produksi sesuai dengan Kebutuhan Dilapangan.

Para investor Asing pun sudah banyak yang ikut bergabung dalam perluasan Areal pabrik. Seperti halnya saat ini salah satu investor China bekerjasama Dengan BUMN Adhi karya akan membangun pabrik baru dengan Nilai Triliunan yang akan dikejar dalam Kurun waktu target 40 bulan harus Selesai. Akan tetapi disaat project dan pabrik baru akan di bangun, ada masalah besar yang sedang dihadapi oleh semua pihak khususnya Departemen K3. Yang mana dari beberapa nara sumber yang tidak ingin namanya di sebutkan mereka memberikan data keterangan Yang cukup akurat.

Mengingat jika di waktu lampau, PT. Pusri memiliki barisan Crew Fire Rescue yang tangguh dan menjadi andalan ternyata saat jauh berbalik arah. Adapun Kondisi tersebut diantaranya:

1 Kondisi Unit Truck Fire Rescue yang sering demam bahkan Sudah ada Unit yang tidak layak lagi di gunakan namun tetap di Paksakan.

  1. Adanya kondisi peralatan – peralatan serta Water Line Hydrant yang sudah rusak atau kropos.

3 . Banyak nya sarana Kerja seperti halnya APAR Dll, yang sama sekali tidak layak pakai. Bahkan Kurang mendapat perhatian perawatan dan pengawasan.

4 Banyak nya pekerja yang ikut andil di dalam pabrik yang bukan karyawan tetap tidak menggunakan masker serta APD.

5 . Kurangnya perhatian management dari atas untuk peremajaan unit yang sudah dalam kondisi Down.

Bayangkan, pabrik yang memiliki bangunan fisik dengan ketinggian Cukup menjulang Tinggi, tapi tidak memiliki Unit Truck Fire Rescue yang Sesuai standar. Bilamana Terjadi kebakaran di posisi Ketinggian Lebih dari 20 meter, sungguh miris dan memilukan jika pembaca melihat foto – foto Aktual real dilapangan.

Dari beberapa nara sumber Yang kami himpun, menurut keterangan, mereka mengatakan, saat ini yang ada dalam benak pikiran para Pegawai K3 Pusri hanya mengejar jenjang karir bukan tanggung jawab bilamana Terjadi Trouble Insiden Yang dapat merenggut nyawa banyak Dan menimbulkan Kerugian Besar.

Akan tetapi ada hal yang perlu menjadi Pertanyaan, dimanakah TUPOKSi Instansi terkait dalam hal ini Disnakertrans, bukan kah mreka memiliki wewenang penuh Untuk mengawasi, menginspeksi dan menindak atas semua Kelalaian yang di lakukan Pihak K3 Management Pusri. Atau sudah ada main mata dan situasi 86 tutup mulut dan telinga ? Asal kan ada imbal balik nya. Jika ini benar – benar terjadi, berarti jelas Baik BUMN maupun Instansi yang terkait memang tidak ada sama sekali tanggung jawab serta bukti kerja nyata yang Jelas.

share this :