Jurnal1jambi.com,- SAROLANGUN – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtib) kembali ditunjukkan warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun. Sebanyak tiga pucuk senjata api rakitan jenis kecepek diserahkan secara sukarela kepada Polsek Air Hitam, Rabu (04/11/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Penyerahan berlangsung sekitar pukul 12.50 WIB di halaman Mapolsek Air Hitam, Polres Sarolangun. Tiga pucuk senjata rakitan tersebut diterima langsung Kapolsek Air Hitam AKP Hengky Lesmana, S.H., dengan didampingi sejumlah personel, yakni Aiptu Bayu Kusumo, Aiptu Romi S., Aipda Febri Yose, Aipda Musmulyadi, serta Nadiu yang merupakan perwakilan masyarakat SAD Bukit Suban.
Langkah penyerahan tersebut mendapat apresiasi dari Kapolsek Air Hitam AKP Hengky Lesmana, S.H. Ia menilai kesediaan warga SAD menyerahkan senjata api rakitan merupakan bentuk kepedulian terhadap keamanan bersama sekaligus kesadaran untuk mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kamtib di wilayah hukum Polsek Air Hitam. Karena itu, ia mengimbau seluruh komunitas Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun yang masih menyimpan senjata api rakitan agar bersedia menyerahkannya kepada pihak kepolisian melalui jalur komunikasi yang tersedia.
Penyerahan tiga pucuk kecepek tersebut diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi kelompok masyarakat lainnya. Pendekatan persuasif dinilai penting untuk membangun kesadaran hukum tanpa mengabaikan komunikasi sosial dan hubungan baik antara aparat kepolisian dengan masyarakat adat.
Selama proses penyerahan berlangsung, situasi di halaman Mapolsek Air Hitam dilaporkan aman dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
Polsek Air Hitam bersama Polres Sarolangun menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan humanis melalui komunikasi, silaturahmi, dan pembinaan kepada komunitas SAD. Sebab, keamanan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada kehadiran aparat, tetapi juga tumbuh dari kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban bersama. (Noval)













