Jurnal1jambi.com,- Personel Babinsa Kodim 0212/Tapsel yang dipimpin Letda Inf HP. Silalahi melaksanakan patroli dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Garingging, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Minggu (13/09/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi Karhutla sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran.

Patroli dilaksanakan sebagai tindak lanjut perintah Dandim 0212/Tapsel dengan menyasar wilayah yang dinilai rawan terjadi Karhutla. Bersama masyarakat, personel memantau secara langsung kondisi kawasan hutan dan perkebunan warga guna memastikan potensi munculnya titik api dapat diketahui sejak dini.

Letda Inf HP. Silalahi mengatakan patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah kawasan hutan maupun kebun milik masyarakat. Menurutnya, pemantauan langsung di lapangan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Selain patroli, personel juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar. “Selalu kita ingatkan warga agar dalam mengolah dan membuka lahan pertanian mereka jangan menggunakan api atau membakar, karena sering terjadinya Karhutla akibat membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Silalahi.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah sekitar. Langkah cepat tersebut dinilai penting agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi Karhutla yang lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat turut diingatkan mengenai sanksi dan denda bagi pihak yang melakukan pembakaran dalam proses pembukaan lahan. Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah pencegahan yang menempatkan kewaspadaan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam pengendalian Karhutla.

Patroli rutin dan sosialisasi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan bersama dalam menjaga kawasan hutan dan lahan. Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian sejak dari tingkat paling dekat dengan sumber api, karena satu kelalaian dapat berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih besar.

share this :