Jurnal1jambi.com,- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Jambi menghadirkan program Dapur Sehat “SEHATI” untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan menjaga kualitas makanan bagi warga binaan, Jumat (16/10/2026). Program ini diarahkan pada penyediaan makanan yang sehat, bergizi, higienis, dan layak dikonsumsi selama warga binaan menjalani masa pembinaan.
Pelaksanaan program tersebut menitikberatkan pada kebersihan di setiap tahapan pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan pangan, persiapan, proses memasak, hingga penyajian. Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi juga menekankan pentingnya penerapan standar kebersihan dan pengawasan secara berkala untuk menjaga kualitas makanan yang disediakan.
Pemenuhan gizi menjadi bagian penting dalam pelayanan terhadap warga binaan karena berkaitan dengan kebutuhan dasar dan kondisi kesehatan mereka. Melalui penyediaan makanan yang sehat dan seimbang, program ini diharapkan membantu menjaga kebugaran tubuh serta mendukung aktivitas warga binaan selama mengikuti pembinaan.
Selain memperhatikan kebersihan dapur, kualitas bahan pangan dan proses pengolahan turut menjadi aspek yang perlu dijaga dalam penyelenggaraan Dapur Sehat SEHATI. Konsistensi penerapan standar tersebut diperlukan agar makanan yang diberikan tidak hanya layak konsumsi, tetapi juga mendukung kebutuhan nutrisi warga binaan.
Program ini mencerminkan pendekatan pelayanan pemasyarakatan yang turut memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan warga binaan, selain aspek keamanan dan pembinaan. Pemenuhan kebutuhan pangan yang layak merupakan bagian dari perhatian terhadap hak dasar mereka selama berada di lingkungan lapas.
Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi menempatkan Dapur Sehat SEHATI sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan. Pelaksanaannya diharapkan berjalan secara konsisten melalui pengawasan kebersihan, pengelolaan bahan pangan, dan perhatian terhadap kebutuhan gizi.
Keberlanjutan program tersebut menjadi penting agar pemenuhan kebutuhan makanan warga binaan dapat berlangsung secara terjaga dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pelayanan pemasyarakatan diharapkan tidak hanya mendukung proses pembinaan, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kelayakan hidup warga binaan selama menjalani masa pidana.













