Jurnal1jambi.com,- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza, memantau langsung pelaksanaan pembelajaran pendidikan kesetaraan bagi warga binaan di Muaro Jambi, Kamis (15/10/2026). Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar berjalan tertib, sesuai kebutuhan peserta, serta menjangkau warga binaan yang membutuhkan akses pendidikan.
Dalam kegiatan itu, Kalapas mengamati jalannya proses pembelajaran dan partisipasi warga binaan selama mengikuti kegiatan belajar. Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi untuk memastikan program pendidikan terlaksana sesuai tujuan pembinaan.
Meita Eriza menyampaikan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi warga binaan untuk melanjutkan pendidikan. Program tersebut juga diharapkan menjadi bekal bagi mereka dalam mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Pendidikan merupakan salah satu bekal penting bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Meita. Ia menegaskan, setiap warga binaan yang membutuhkan harus memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhannya agar program tersebut memberikan manfaat nyata.
Pelaksanaan pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari pemenuhan hak pendidikan warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Melalui program ini, warga binaan memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Ketepatan sasaran menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pelaksanaan program tersebut. Pemantauan langsung diperlukan untuk melihat kesesuaian kegiatan belajar dengan kebutuhan warga binaan, meskipun bahan informasi yang tersedia belum merinci jumlah peserta, jenjang pendidikan yang diselenggarakan, maupun capaian pembelajaran.
Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi menempatkan pendidikan kesetaraan sebagai salah satu upaya mendukung perbaikan diri dan persiapan masa depan warga binaan. Keberlanjutan program serta kesesuaiannya dengan kebutuhan peserta menjadi faktor penting agar kesempatan memperoleh pendidikan dapat memberikan manfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.













