Jurnal1jambi.com,- 21/04/2026, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Jambi, Meita Eriza, menghadiri kegiatan penanaman bibit jagung sekaligus pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Jambi di Kabupaten Muaro Jambi. Kehadiran ini menjadi bagian dari dukungan lintas sektor terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Momentum tersebut juga memperlihatkan keterlibatan aktif berbagai institusi dalam pembangunan pertanian.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Kolaborasi ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mendorong sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi. Penanaman jagung simbolis menjadi penanda dimulainya langkah konkret di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Meita Eriza menyampaikan komitmennya untuk mendukung program pertanian berkelanjutan. Ia menilai sektor pertanian memiliki potensi besar tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kemandirian warga binaan. “Kami melihat ini sebagai peluang untuk mengembangkan program pembinaan berbasis pertanian di lingkungan lapas,” ujarnya.
Tak sekadar menghadiri, partisipasi Kalapas menjadi sinyal terbukanya ruang sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan sektor produktif. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan nilai tambah, terutama dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif. Pertanian, dalam konteks ini, bukan hanya soal produksi, tetapi juga pemberdayaan.
Selain penanaman bibit jagung, agenda utama kegiatan adalah pelantikan pengurus DPD HKTI Provinsi Jambi. Organisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan pertanian serta jembatan antara petani dan kebijakan pemerintah. Peran strategis HKTI menjadi penting dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan kesejahteraan petani.
Wakil Menteri Pertanian dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menilai kekuatan pertanian tidak hanya terletak pada lahan, tetapi juga pada sinergi antar pemangku kepentingan. Dengan kerja bersama, target ketahanan pangan dinilai bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang dapat dicapai.
Kegiatan berlangsung lancar dengan suasana penuh kebersamaan. Semangat yang terbangun di lapangan menjadi refleksi komitmen bersama untuk mendorong sektor pertanian yang tangguh. Dari tanah yang ditanami hari ini, tersimpan harapan besar untuk masa depan pangan yang lebih berdaulat.











