Jurnal1jambi.com,- Baturaja, 28/08/2026 – TNI Angkatan Darat (TNI AD) bersama United States Army (US Army) resmi menuntaskan Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026 setelah 15 hari melaksanakan berbagai materi latihan. Penutupan kegiatan digelar di Lapangan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Jumat (28/08/2026), sebagai penanda berakhirnya rangkaian latihan yang bertujuan memperkuat interoperabilitas dan kerja sama pertahanan kedua negara.
Latma yang melibatkan sekitar 1.000 prajurit TNI AD dan US Army tersebut ditutup melalui upacara yang dipimpin Paban VIII/Kermalat Non Asia Sopsad Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo, M.M.S.C., selaku Inspektur Upacara, bersama Perwira Penanggung Jawab Operasi USARPAC Kolonel Richard King. Selama pelaksanaan latihan, kedua angkatan darat menjalani berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan bekerja bersama dalam beragam skenario operasi.
Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo menyampaikan seluruh rangkaian latihan berlangsung aman, lancar, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Menurutnya, latihan menjadi wadah bagi kedua negara untuk saling belajar, bertukar pengalaman, memahami prosedur kerja masing-masing, serta memperkuat komunikasi dan koordinasi yang dilandasi semangat mutual respect, mutual benefit, dan mutual trust.
Apresiasi juga disampaikan Kolonel Richard King yang menilai prajurit TNI AD menunjukkan kesiapan, disiplin, dan profesionalisme selama latihan berlangsung. Ia mengatakan kemampuan kedua pihak untuk berkoordinasi dan bertindak sebagai satu tim mencerminkan semakin kokohnya hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Selama 15 hari pelaksanaan, Latma Ksatria Warrior 2026 mencakup berbagai kegiatan, mulai dari Academic Day, Engineer Capabilities (ENCAP) melalui renovasi SDN 04 Peracak, Staff Exercise (Staffex), Field Training Exercise (FTX), hingga Live Fire Exercise (LFX). Seluruh materi dirancang untuk menguji kemampuan teknis, taktis, staf, serta koordinasi operasi dalam mendukung kesiapan tempur kedua angkatan darat.
Selain meningkatkan kemampuan militer, latihan juga menjadi ruang mempererat hubungan antarprajurit melalui interaksi sosial dan pertukaran budaya. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi semangat persaudaraan, saling menghormati perbedaan budaya, serta menghargai kedaulatan masing-masing negara sebagai fondasi kerja sama yang berkelanjutan.
Berakhirnya Latma Ksatria Warrior 2026 menandai keberlanjutan kemitraan strategis di bidang pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama latihan diharapkan semakin memperkuat profesionalisme prajurit, meningkatkan interoperabilitas, serta mempererat kepercayaan dan persahabatan antara TNI AD dan US Army.













