Jurnal1jambi.com,- Pemerintah Desa Sukamukti, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, menggelar lomba kreasi dan inovasi tingkat RW dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang melibatkan sembilan RW tersebut berlangsung pada 15–16/08/2026 dan menjadi ruang bagi masyarakat menunjukkan kreativitas sekaligus semangat gotong royong.
Lomba tersebut digelar dengan mendorong setiap RW menata lingkungan masing-masing dengan nuansa kemerdekaan. Selain kreativitas warga, penilaian juga mencakup pemanfaatan hasil bumi, swadaya masyarakat, serta kepedulian terhadap kebersihan dan penataan lingkungan.
Kepala Desa Sukamukti Tati Nuryanti mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengajak masyarakat ikut memeriahkan HUT RI melalui karya nyata di lingkungan masing-masing. Ia mengaku bangga melihat kekompakan warga yang secara mandiri menghias wilayah mereka tanpa bergantung pada pembiayaan dari pemerintah desa.
“Kita nilai seluruh RW. Panitia sudah menyiapkan tim penilai dari unsur Forkopimcam supaya netralitas penilaiannya terjaga dan tidak ada keberpihakan kepada salah satu RW,” ujar Tati. Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang dinilainya berhasil menghidupkan suasana kemerdekaan melalui kreativitas dan gotong royong.
Pada hari kedua pelaksanaan, 16/08/2026, kegiatan turut dihadiri Camat Cisompet Fahmi Prayoga beserta istri. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi pemerintah kecamatan terhadap pemerintah desa, para ketua RW, dan masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.
Fahmi mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Sukamukti dalam menghias lingkungan dengan nuansa kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa perayaan HUT RI dapat menjadi ruang memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungan tempat tinggalnya.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Desa Sukamukti tidak berhenti pada lomba kreasi dan inovasi. Panitia juga menyiapkan jalan santai pada 18/08/2026 sebagai bagian dari puncak pesta rakyat, dengan mengajak anak-anak, pemuda, hingga orang tua berpartisipasi; sebuah perayaan yang menempatkan kemerdekaan bukan sekadar sebagai dekorasi, tetapi sebagai alasan untuk kembali berkumpul dan bergotong royong. (Aminudin)













