Jurnal1jambi.com,- MUARO JAMBI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II B Jambi menerima kunjungan kerja Inspektur Wilayah IV Inspektorat Jenderal Pemasyarakatan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan tata kelola operasional, pencegahan risiko, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dalam kunjungan tersebut, Inspektur Wilayah IV menyapa langsung para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan berdialog secara hangat untuk memastikan kondisi serta pemenuhan hak-hak warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Selain itu, pemantauan juga dilakukan terhadap sejumlah aspek, mulai dari keamanan, kebersihan fasilitas, hingga pelaksanaan layanan di lingkungan lapas.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi Lapas Perempuan Jambi berjalan tertib dan kondusif. Pelaksanaan tugas dan layanan juga terus diarahkan agar sesuai dengan regulasi serta standar operasional yang berlaku sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan.
Selain aspek kepatuhan terhadap SOP, kunjungan tersebut juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Berbagai keterampilan produktif diberikan sebagai bekal untuk membantu warga binaan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Program pembinaan tersebut mencakup berbagai bidang keterampilan, antara lain tata boga, kerajinan tangan, menjahit, membatik, pertanian, peternakan, serta kegiatan produktif lainnya. Pembinaan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri warga binaan sehingga memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Kunjungan Inspektur Wilayah IV tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan pemasyarakatan. Pengawasan yang dilakukan secara berkala dinilai penting untuk memastikan setiap layanan berjalan transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan dan kepentingan masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, jajaran Lapas Perempuan Kelas II B Jambi semakin memperkuat komitmen dalam menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Di balik tembok lapas, pembinaan terus diarahkan bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kemampuan untuk kembali berdaya di tengah masyarakat. (Noval)













