Jurnal1jambi.com,- Tragedi keluarga yang memilukan terjadi di Kelurahan Sijinjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Seorang pemuda berinisial FR (21) diduga tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, UK (52), menggunakan sebuah mesin pompa air. Peristiwa berdarah itu terjadi pada 28/05/2026 dan berhasil diungkap jajaran Polsek Jambi Timur dalam waktu singkat.
Kejadian bermula ketika warga sekitar mendengar suara keributan dari rumah korban yang berada di Jalan Raden Fatah RT 03. Kecurigaan warga membawa mereka masuk ke dalam rumah dan menemukan korban tergeletak di area dapur dengan luka serius di bagian kepala. Tak jauh dari tubuh korban, ditemukan mesin pompa air yang diduga digunakan sebagai alat untuk melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Kanit Reskrim Polsek Jambi Timur, Ipda Rudi, menjelaskan bahwa pelaku merupakan anak kandung korban dan berhasil diamankan saat masih berada di lokasi kejadian. “Tersangka diduga memukul korban menggunakan satu unit mesin pompa air merek Shimizu. Namun hingga saat ini motif pelaku masih didalami karena keterangan yang diberikan berubah-ubah dan tidak sinkron,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolsek Jambi Timur.
Kasus ini memantik keprihatinan masyarakat. Di tengah kuatnya nilai kekeluargaan yang dijunjung masyarakat Jambi, tindakan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri menjadi pukulan moral yang mengguncang banyak pihak. Warga berharap penyelidikan dapat mengungkap secara terang latar belakang peristiwa tersebut.
Dalam proses penyidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin pompa air yang terdapat bercak darah serta pakaian korban. Jenazah korban juga telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk menjalani pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan memperkuat konstruksi perkara.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa kekerasan dalam lingkup keluarga dapat menjadi tragedi yang paling menyakitkan ketika ruang dialog dan kontrol emosi runtuh. Di balik angka statistik kriminalitas, ada luka kemanusiaan yang sulit dipulihkan, terutama ketika seorang ibu harus meregang nyawa di tangan darah dagingnya sendiri.











