Jurnal1jambi.com,—SAROLANGUN – Sabtu, 9/8/2025, di tepian saluran air Desa Pulau Pandan, Kecamatan Muara Limun, langkah kaki seorang prajurit TNI terdengar teratur. Serda Andi Irawan, Babinsa Koramil 420-02/Muara Limun, menjalankan patroli rutin. Bukan untuk operasi militer, melainkan misi kemanusiaan: memantau debit air demi mengantisipasi banjir.
Patroli ini dilakukan bukan tanpa alasan. Meskipun curah hujan saat ini masih dalam batas normal, cuaca yang berubah cepat bisa menjadi ancaman tersembunyi. “Kita harus tetap waspada, karena hujan deras sewaktu-waktu dapat meningkatkan risiko banjir,” ujar Serda Andi di sela kegiatan. Ia memastikan setiap sudut saluran air dan sungai Muara Limun berada dalam kondisi aman.
Bukan hanya memantau, Serda Andi juga aktif mengajak warga untuk menjaga kebersihan saluran air. Ia menegaskan, sampah yang menumpuk bukan sekadar masalah estetika, tapi juga ancaman serius ketika hujan lebat datang. “Jangan membuang sampah sembarangan. Sumbatan di saluran air bisa membuat air meluap dan merendam permukiman,” pesannya.
Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Karena itu, Babinsa ini tak bosan melakukan sosialisasi—mengajak warga bergotong royong membersihkan lingkungan, memastikan saluran air tetap lancar, dan menjaga desa tetap aman meski musim hujan berlangsung. Upaya kecil ini diyakininya akan berdampak besar ketika bencana mengintai.
Masyarakat Desa Pulau Pandan menyambut langkah ini dengan apresiasi. Mereka menilai patroli rutin Babinsa adalah bentuk nyata kepedulian TNI terhadap keamanan dan kenyamanan warga. “Kami merasa lebih tenang, karena ada yang selalu memantau dan mengingatkan,” ungkap salah satu warga.
Bagi Serda Andi, mencegah lebih baik daripada mengobati. Patroli debit air bukan sekadar rutinitas, melainkan peringatan dini agar desa tidak hanya siap menghadapi banjir, tapi juga membangun budaya sadar lingkungan. Siaga di musim hujan, demi desa yang aman dan sejahtera.











