Jurnal1Jambi.com,- Muaro Jambi, 24/7/2025 – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menguji kewaspadaan. Di RT 10 Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, bara api yang mengancam lingkungan mendorong Polres Muaro Jambi bertindak cepat. Kapolres Muaro Jambi, AKBP Heri Supriawan, S.I.K., M.H., turun langsung ke lokasi pada Kamis sore, memastikan penanganan berjalan maksimal dan sinergi lintas sektor terjaga.
Setibanya di Kantor Desa Gambut Jaya sekitar pukul 16.10 WIB, Kapolres disambut jajaran pimpinan setempat, termasuk Danramil 0415-06/Pijoan Kapten Inf Yulian Timur dan Kapolsek Sungai Gelam IPTU Doli Dongoran, S.H. Turut mendampingi, Wakapolres Kompol Deni Mulyadi, S.E., Kabag Ops AKP Rodi Hambali, S.H., Kasat Samapta AKP Lamhot Hutapea, S.E., serta Kanit Tipidter Sat Reskrim IPDA Heri Pratama, S.H. Kehadiran mereka bukan formalitas, melainkan bukti keseriusan aparat menghadapi ancaman bencana yang setiap tahun menghantui Jambi.
Dalam kunjungan ini, Kapolres memberikan arahan tegas kepada tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan masyarakat. Arahan itu menekankan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat pemadaman dan mencegah titik api meluas. “Kita harus bahu-membahu, tidak ada ego sektoral. Karhutla bukan hanya soal asap, tapi soal masa depan lingkungan,” pesan Kapolres, yang disambut komitmen para petugas di lapangan.

Tak berhenti memberi arahan, Kapolres bersama rombongan meninjau langsung area yang masih terbakar. Mereka ikut membantu proses pemadaman dan pendinginan, memastikan bara api benar-benar padam. Upaya ini bukan sekadar simbolik; ia adalah pesan moral bahwa kehadiran negara nyata di tengah krisis, bukan sekadar di atas kertas laporan.
Kegiatan ini berakhir pukul 18.10 WIB dalam keadaan aman. Namun, esensi kunjungan Kapolres jauh melampaui hitungan jam. Kehadiran di lapangan adalah bentuk empati dan kepemimpinan yang menguatkan semangat petugas sekaligus masyarakat untuk tidak menyerah pada bencana tahunan yang seharusnya bisa dicegah jika semua pihak disiplin.
Karhutla bukan sekadar masalah api, melainkan cermin kegagalan kita menjaga alam. Upaya Polres Muaro Jambi mengajak sinergi harus disambut partisipasi warga dan ketegasan semua pihak. Sebab, menjaga hutan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab kolektif. Jika kita terus lengah, jangan salahkan siapa pun ketika udara yang kita hirup berubah menjadi racun, dan tanah tempat kita berpijak tinggal abu. (Noval)











