Jurnal1Jambi.com,- Semarang, 13 Juli 2025 — Ketua FERADI WPI DPC Kota Semarang, Sukindar, menerima kunjungan anggota FERADI WPI asal Banyuwangi, Jhon Sambo, dalam agenda yang berlangsung hangat di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan menjadi momen strategis untuk memperkuat kolaborasi antarwilayah, khususnya dalam penguatan layanan bantuan hukum berbasis keadilan sosial.
Jhon Sambo, yang tengah melakukan perjalanan ke beberapa daerah terkait penanganan perkara, menyempatkan diri singgah ke Semarang bersama keluarga. Dalam keterangannya, Jhon menekankan pentingnya menjalin koneksi antardaerah dalam tubuh FERADI WPI untuk memperluas dampak kerja advokat dan paralegal di masyarakat. “Silaturahmi ini bukan hanya menjaga persaudaraan, tapi juga menumbuhkan semangat kolektif dalam membela masyarakat kecil. Jangan jadikan profesi hanya untuk mengejar profit,” ujarnya lugas.
Dalam pertemuan itu, keduanya membahas sejumlah agenda penting, di antaranya strategi penguatan Pusat Bantuan Hukum (PBH) FERADI WPI, pemerataan akses hukum, serta sinergi penanganan perkara antarwilayah. Diskusi berlangsung terbuka dan substantif, memperlihatkan kesadaran bersama bahwa bantuan hukum harus lebih dari sekadar formalitas kelembagaan—ia harus hadir dan dirasakan.
Sukindar, sebagai Ketua DPC FERADI WPI Kota Semarang, menyambut baik kunjungan ini. Ia menyatakan bahwa kolaborasi antaranggota dari berbagai daerah adalah bentuk konkret dari semangat organisasi. “Kami mengikuti arahan Ketua Umum untuk menjadikan FERADI WPI sebagai rumah perjuangan keadilan bagi yang tertindas. Kunjungan Bang Jhon menjadi bukti nyata bahwa solidaritas bukan hanya slogan, tapi aksi nyata,” tegasnya.
Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.MD., C.PFW., C.MDF., dalam pernyataan terpisah menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal dan memperkuat pelayanan hukum yang berpihak. “Jas dan gelar bukan tolok ukur advokat sejati. Ukuran kita adalah seberapa besar keberpihakan kita terhadap rakyat kecil,” ujarnya.
Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa FERADI WPI tengah membangun jaringan gerakan bantuan hukum yang progresif, lintas wilayah, dan berdasar nilai. Bukan hanya menjadi wadah profesi, tetapi ruang aktualisasi nurani hukum yang berpihak. Di tengah ketimpangan akses keadilan, inisiatif seperti ini layak diapresiasi dan ditiru oleh cabang-cabang lainnya.













