Jurnal1jambi.com,- M. Sholeh Abdullah Ali R., anggota DPP FERADI WPI, menjalani perawatan intensif di RSUD Salatiga setelah menjadi korban dugaan pengeroyokan di area parkir Toko Benang Raja, Kota Salatiga, pada 12/09/2026 malam. Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum, Sholeh mengalami kondisi serius dan menjalani operasi setelah terdapat cairan yang memenuhi paru-parunya, yang disebut dokter diduga berkaitan dengan benturan benda tumpul.

Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan rekamannya kini beredar di media sosial. Dalam video yang disebut berasal dari lokasi kejadian, terlihat dua orang diduga menyerang Sholeh hingga terjatuh, sementara salah satu di antaranya tampak beberapa kali memukulkan benda yang disebut sebagai linggis besi ke tubuh korban.

Agus Polenk dari FERADI WPI–Subur Jaya Lawfirm mengatakan, pihaknya menduga serangan dilakukan menggunakan linggis besi yang telah dibawa sebelumnya oleh pihak yang mereka tuduhkan. “Saat ini klien saya masih belum siuman setelah menjalani operasi pengambilan cairan yang memenuhi paru-parunya,” ujar Agus saat ditemui rekan-rekan media di RSUD Salatiga, Jumat (18/09/2026).

Sebelum menjalani operasi, Sholeh juga disebut sempat memberikan keterangan mengenai pihak yang diduganya terlibat. Dalam kondisi lemah, ia menyebut terduga pelaku adalah Yanto atau Petak/Fujiyanto beserta anaknya dan mengatakan mengenal mereka; keterangan tersebut merupakan pernyataan korban dan belum menjadi penetapan bersalah terhadap pihak yang disebut.

Pihak keluarga korban disebut telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Salatiga, sementara tim kuasa hukum mengaku telah menyerahkan rekaman CCTV dalam bentuk flashdisk kepada kepolisian. Hingga berita ini disusun, berdasarkan bahan yang diterima, belum terdapat keterangan resmi dari Polresta Salatiga mengenai perkembangan laporan maupun status hukum dan penahanan pihak-pihak yang dilaporkan.

Agus Polenk menegaskan tim hukum akan mengawal proses perkara tersebut. Sementara itu, Ketua Umum FERADI WPI sekaligus Pimpinan Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan, Donny Andretti, serta Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI Basriyanto menyatakan dukungan terhadap pendampingan korban dan meminta proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kondisi Sholeh yang masih menjalani perawatan membuat perkembangan penanganan perkara ini menjadi penting bagi keluarga dan pihak yang mendampinginya. Kepastian mengenai kronologi, status para pihak yang dilaporkan, serta langkah penyidik selanjutnya masih menunggu proses pemeriksaan dan keterangan resmi dari Polresta Salatiga.

share this :