Jurnal1jambi.com,- Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menghadiri pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari yang difasilitasi Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri di Hotel Orchardz Jayakarta, Jakarta, Senin 18/05/2026. Pertemuan tersebut membahas penegasan batas wilayah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat di kawasan perbatasan kedua daerah.
Dalam rapat itu, Bupati Bambang Bayu Suseno hadir didampingi Sekretaris Daerah Budhi Hartono dan Kabag Pemerintahan M. Iqbal. Turut hadir Gubernur Jambi Al Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Batanghari.
Fokus pembahasan diarahkan pada penegasan batas antara Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari. Menurut Bupati Bambang, persoalan batas wilayah bukan sekadar menyangkut garis administrasi di atas peta, tetapi berkaitan langsung dengan pelayanan publik, pembangunan, dan kepastian hukum bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.
“Warga di perbatasan butuh kepastian. Mau urus KTP, sekolah anak, atau akses jalan, jangan sampai bingung masuk wilayah mana. Kami ingin semuanya jelas, tertib, dan tidak merugikan masyarakat,” ujar Bambang Bayu Suseno dalam pertemuan tersebut.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi tetap mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan batas wilayah. Menurutnya, kesepakatan yang dicapai nantinya diharapkan mampu memperkuat hubungan antar daerah sekaligus memperlancar program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris dan Ketua DPRD Provinsi Jambi turut mendorong agar kedua kabupaten segera mencapai kesepakatan bersama. Kemendagri sebagai fasilitator berharap hasil rapat tersebut dapat menjadi dasar penyusunan Permendagri tentang batas definitif wilayah Muaro Jambi dan Batanghari, sehingga pelayanan publik dan pembangunan di kawasan perbatasan dapat berjalan lebih terarah dan efektif.











