Jurnal1jambi.com,— Sarolangun — Polres Sarolangun resmi menggelar Operasi Keselamatan Siginjai 2026 sebagai langkah strategis menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Operasi ini dilaksanakan serentak secara nasional selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Kapolres Sarolangun Wendi Oktariansyah melalui Kasat Lantas Steffan T. H. Lumowa menyampaikan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi awal menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat, baik selama Ramadan maupun arus mudik Idulfitri yang akan datang.

AKP Steffan menjelaskan, sebanyak 40 personel Polri dikerahkan dan disebar di seluruh wilayah hukum Polres Sarolangun, dengan dukungan lintas instansi terkait. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif guna membangun kesadaran masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama.

“Operasi Keselamatan Siginjai 2026 bertujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman dan nyaman sebagai pra-kondisi menuju Operasi Ketupat 2026,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, personel di lapangan diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif. Namun demikian, penegakan hukum tetap dilakukan secara selektif melalui tilang elektronik maupun teguran terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Adapun sasaran prioritas operasi meliputi aksi balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai standar, kendaraan tanpa pelat nomor, pengendara tanpa helm atau sabuk keselamatan, melawan arus, pengemudi di bawah umur, hingga kendaraan yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas.

Melalui Operasi Keselamatan Siginjai 2026, Polres Sarolangun menargetkan penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus meminimalkan fatalitas korban. “Bagi kami, keselamatan adalah yang utama. Satu nyawa sangat berharga, dan itu yang ingin kami lindungi,” pungkas AKP Steffan.

share this :