Jurnal1jambi.com,- Dalam upaya konkret memastikan keamanan dan ketertiban di Kota Jambi, Polda Jambi menggelar patroli gabungan berskala besar pada Senin malam, 1/9/2025. Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pesan tegas: negara tidak absen dalam menjaga warganya. Dilepas langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, patroli ini menjadi simbol sinergi antarlembaga demi stabilitas kota.

Dipimpin oleh Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol. Edi Faryadi, iring-iringan kendaraan menyusuri jalan-jalan utama Kota Jambi mulai dari Mapolda hingga ke kawasan Tugu Keris, menyambangi titik-titik strategis seperti Rumah Dinas Gubernur, RS Bhayangkara, hingga UNJA Telanai. Ini bukan sekadar demonstrasi kekuatan, tapi penyampaian rasa aman yang nyata dan terasa.

Kapolda Jambi menekankan bahwa kehadiran aparat di jalanan bukan karena ancaman, melainkan untuk menegaskan cinta terhadap ketertiban. “Kota ini aman karena masyarakatnya cinta damai,” tegas Irjen Pol. Krisno. Di tengah era disinformasi dan keresahan sosial, pesan ini menjadi vital menunjukkan bahwa keamanan adalah hasil dari kepercayaan yang dibangun, bukan ketakutan yang dipaksakan.

Patroli malam sisir titik strategis di Kota Jambi

Lebih jauh, patroli ini adalah perwujudan nyata dari kehadiran negara yang humanis. Tidak hanya aparat berseragam, kegiatan ini juga melibatkan elemen masyarakat: Satpol PP, Dinas Perhubungan, Banser, GP Ansor, dan Senkom. Ini adalah demokratisasi keamanan di mana perlindungan bukan monopoli negara, melainkan kolaborasi warga.

Pejabat tinggi Polda turut ambil bagian: Dirreskrimum AKBP Jimmy C. Samma, Dirreskrimsus Kombes Pol Taufik Nurmandia, hingga Dir Pamovit Kombes Pol Taufik Sukendar. Patroli ini tak hanya mengukuhkan kesiapsiagaan, tapi juga memperlihatkan koordinasi lintas sektor yang tak basa-basi. Ketika elit institusi ikut turun ke lapangan, kepercayaan publik pun turut naik.

Tentu, ini bukan akhir dari segalanya. Yang diharapkan publik adalah konsistensi. Jangan sampai aksi turun ke jalan hanya menjadi agenda musiman yang kehilangan makna ketika kamera mati. Sebab, keamanan bukan hanya urusan simbol, tapi soal keberlanjutan, kehadiran, dan kepekaan terhadap denyut masyarakat.

Dengan patroli malam ini, Jambi tidak hanya diselimuti lampu strobo dan suara sirine. Kota ini sedang dibungkus oleh narasi besar tentang negara yang memilih hadir, bukan membiarkan. Dan seperti kata Kapolda: kota ini aman karena warganya cinta ketertiban. Sebuah narasi yang patut dipertahankan, dijaga, dan diwariskan.

share this :