Jurnal1jambi.com,- Keluarga seorang pasien berinisial S mengeluhkan dugaan buruknya pelayanan di UGD RSUD Raden Mattaher Jambi pada 07/10/2026. Keluarga pasien mengaku telah berada di depan UGD sejak 17.30 hingga pukul 23.00 malam belum memperoleh penanganan yang dinilai jelas.

Menurut keterangan keluarga, mereka masih berada di depan UGD ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam kondisi tersebut, keluarga mengaku merasa seperti diusir dan tidak mendapatkan kepastian mengenai penanganan pasien.

Keluarga juga menyoroti sikap seorang pegawai yang diduga tidak profesional saat mereka menunggu pelayanan. Menurut pihak keluarga, pegawai tersebut terlihat sibuk menggunakan telepon seluler ketika keluarga pasien membutuhkan kepastian mengenai pelayanan.

Keluhan tersebut kemudian memicu kekecewaan keluarga. Mereka menilai lamanya menunggu tanpa kepastian menambah beban bagi keluarga yang sedang menghadapi kondisi pasien dan berharap rumah sakit segera memberikan penjelasan atas persoalan tersebut.

Keluarga mendesak Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, Dr. dr. Herlambang, melakukan evaluasi terhadap pelayanan di UGD. Mereka juga meminta agar dugaan tindakan tidak profesional dari oknum pegawai ditindak sesuai ketentuan apabila terbukti melalui pemeriksaan internal.

Persoalan ini penting karena RSUD Raden Mattaher Jambi merupakan rumah sakit rujukan utama milik Pemerintah Provinsi Jambi. Namun, berdasarkan bahan yang diperoleh, dugaan keterlambatan pelayanan dan sikap pegawai tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga sehingga memerlukan klarifikasi dari manajemen rumah sakit.

Hingga berita ini disusun pada 08/10/2026, belum diperoleh keterangan resmi dari manajemen RSUD Raden Mattaher Jambi mengenai keluhan keluarga pasien tersebut. Keluarga juga meminta Gubernur Jambi dan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi turut mengevaluasi sistem pelayanan UGD agar persoalan serupa mendapat penanganan dan kejelasan.

share this :