Jurnal1jambi.com,- Polsek Ambarawa bersama pengurus PSHT Ranting Ambarawa, Cabang Kabupaten Semarang, memperkuat komunikasi kamtibmas menjelang agenda Parapatan Luhur (Parluh) PSHT 2026 melalui kegiatan silaturahmi di lingkungan PSHT Rayon Ngampin, Ambarawa, Rabu (23/09/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah sekaligus menyampaikan imbauan terkait agenda Parluh.

Kegiatan dihadiri Kapolsek Ambarawa AKP Wiwid Wijayanti, S.H., M.H., Kanit Intelkam Ipda Mundari, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngampin Aipda Joko Prawoko. Hadir pula tokoh penatua PSHT, Dwi Agus Haryanto atau Agus Polenk, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., selaku Kepala Divisi DPP OA FERADI WPI, bersama Ketua PSHT Ranting Ambarawa Agus Tri, Sekretaris Tugiman, dan jajaran pengurus.

Dalam pertemuan itu, jajaran Polsek Ambarawa menyampaikan pesan agar seluruh warga PSHT tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Kepolisian juga mengimbau warga PSHT Ranting Ambarawa mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan serta tidak berangkat atau berpartisipasi langsung dalam agenda Parluh di Madiun.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif menjelang Parluh PSHT 2026 yang dalam publikasi resmi PSHT dijadwalkan berlangsung pada 25–27 September 2026 di Padepokan Agung Madiun. Sementara itu, Pemerintah Kota Madiun bersama unsur Forkopimda lintas daerah pada 16 September 2026 menyatakan kegiatan tersebut tidak dilaksanakan di wilayah Kota maupun Kabupaten Madiun dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan masyarakat.

Pengurus PSHT Ranting Ambarawa menyambut baik komunikasi yang dilakukan jajaran kepolisian dan menyatakan komitmennya ikut menjaga keamanan serta ketertiban wilayah. Warga PSHT juga diharapkan mengedepankan nilai persaudaraan, menghormati ketentuan hukum, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi atau ajakan yang berpotensi menimbulkan gesekan.

Komunikasi antara kepolisian dan pengurus PSHT dinilai penting untuk memastikan setiap perkembangan terkait situasi keamanan dapat disampaikan kepada warga secara tepat. Dengan koordinasi langsung di tingkat ranting dan kelurahan, potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat diantisipasi sejak dini tanpa menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Silaturahmi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga Ambarawa tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif. Menjelang agenda Parluh, pesan yang disampaikan kedua pihak berpusat pada pentingnya menahan diri, menghindari provokasi, menjaga persaudaraan, dan menempatkan keamanan masyarakat sebagai kepentingan bersama.

share this :