Jurnal1jambi.com,- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Buayan terus melakukan pembenahan kawasan wisata Langen Ujung sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Berbagai fasilitas baru dan perbaikan sarana prasarana terus dilakukan agar destinasi tersebut semakin nyaman dikunjungi wisatawan.
Kepala Desa Buayan, Suparno, mengatakan pengembangan kawasan wisata tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang. Berbagai stan makanan, minuman, serta produk lokal kini ditata lebih rapi di sekitar kawasan wisata sehingga memberi peluang usaha bagi masyarakat desa.
“Hadirnya wisata ini kami harapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui usaha kuliner maupun produk lokal yang dipasarkan di area wisata. Semakin banyak pengunjung, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan warga,” ujar Suparno.

Selain memperbaiki fasilitas yang sudah ada, pengelola juga menambah kolam renang beserta berbagai sarana pendukung lainnya. Kolam renang yang memanfaatkan sumber mata air pegunungan tersebut menawarkan suasana sejuk dan alami, dengan dua area terpisah untuk orang dewasa dan anak-anak guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Pengelola juga menyediakan layanan penyewaan pelampung sebagai fasilitas tambahan.
Untuk menarik minat wisatawan, BUMDes Buayan menetapkan harga tiket yang terjangkau, yakni Rp3.000 per orang pada hari biasa dan Rp5.000 per orang selama periode libur Lebaran. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan akses rekreasi yang murah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan ke kawasan wisata.
Suparno optimistis pembenahan yang dilakukan secara bertahap akan menjadikan Langen Ujung sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di daerah. Menurutnya, keberhasilan pengembangan wisata desa tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah pengunjung, tetapi juga dari tumbuhnya UMKM, terciptanya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan wisata.













