Jurnal1jambi.com,- 17/07/2026 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Jambi melaksanakan prosesi pembaretan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Angkatan 2024 di Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter, mental, dan disiplin sebagai bekal awal bagi para aparatur yang akan mengemban tugas di lingkungan pemasyarakatan.
Prosesi pembaretan diawali dengan serangkaian pembinaan fisik, penguatan mental, serta latihan kedisiplinan yang dipandu langsung oleh personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Jumat, 17/07/2026. Seluruh peserta dituntut menunjukkan ketangguhan, kekompakan, integritas, dan semangat pantang menyerah sebagai fondasi dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara yang profesional.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyematan baret kepada para PNS Angkatan 2024 sebagai simbol keberhasilan menyelesaikan seluruh tahapan pembinaan. Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza, menegaskan bahwa pembaretan bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan komitmen untuk membangun insan pemasyarakatan yang berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Pembaretan ini merupakan simbol kesiapan para PNS Angkatan 2024 untuk mengemban amanah sebagai insan pengayoman. Kami berharap seluruh peserta mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, menjunjung tinggi kedisiplinan, serta mengedepankan nilai-nilai humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Jadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Meita Eriza.
Kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter yang kuat serta etika profesi yang tinggi. Sinergi dengan personel TNI menjadi bagian dari upaya membangun disiplin, jiwa korsa, dan rasa tanggung jawab yang akan menjadi bekal dalam menghadapi dinamika tugas pemasyarakatan.
Prosesi pembaretan menjadi pengingat bahwa setiap atribut yang dikenakan mengandung amanah besar untuk menjaga kepercayaan publik. Ketika integritas, disiplin, dan nilai kemanusiaan berjalan beriringan, maka pengabdian seorang insan pemasyarakatan tidak hanya menjalankan aturan, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang bermartabat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.













