Jurnal1jambi.com,- Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan mendampingi Ketua Bhayangkari Daerah Jambi Ny. Evi Krisno dalam kegiatan panen buah semangka di Lahan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) seluas 5.000 meter persegi di RT 05, Desa Parit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis, 16/07/2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif yang melibatkan masyarakat.
Kegiatan turut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polres Muaro Jambi, Kapolsek Sungai Gelam beserta personel, Pengurus Bhayangkari Daerah Jambi dan Bhayangkari Cabang Muaro Jambi, Kepala Desa Parit, serta pengelola lahan P2L. Rangkaian acara diawali dengan peninjauan lahan dan dialog bersama pengelola mengenai pengembangan program Pekarangan Pangan Lestari sebelum dilanjutkan dengan panen semangka yang telah memasuki masa panen.
Momentum panen itu tidak hanya menjadi simbol keberhasilan mengelola lahan produktif, tetapi juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara Polri, Bhayangkari, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat lokal. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari program besar, melainkan dari langkah nyata yang memberi manfaat langsung bagi warga.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Muaro Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal. Kehadiran Bhayangkari dalam program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya kemandirian pangan berbasis masyarakat.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta menikmati hasil panen langsung di lokasi. Interaksi yang terjalin memperkuat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Keberhasilan panen semangka di Lahan Pekarangan Pangan Lestari menjadi bukti bahwa sinergi yang terbangun dengan baik mampu menghasilkan manfaat nyata. Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang komitmen bersama menjaga keberlanjutan, memberdayakan masyarakat, dan membangun kemandirian dari desa.













