Jurnal1jambi.com,- Muaro Jambi, 03/07/2026 – Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi menggelar penyuluhan anti narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Jambi. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus mendukung proses pembinaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai dampak penyalahgunaan narkotika dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, hingga konsekuensi hukum. Edukasi juga diarahkan untuk membangun komitmen warga binaan agar menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba setelah menyelesaikan masa pidana.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Pendekatan yang persuasif dan humanis memberikan ruang bagi warga binaan untuk berbagi pengalaman sekaligus memperoleh motivasi dalam proses pemulihan diri agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Antusiasme peserta mencerminkan bahwa pembinaan tidak hanya membutuhkan pengawasan, tetapi juga edukasi yang mampu menyentuh kesadaran dan membangun harapan. Kehadiran mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan dapat memperkuat upaya rehabilitatif melalui pendekatan yang lebih dekat, komunikatif, dan membangun kepercayaan.
Perwakilan mahasiswa Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus dukungan terhadap program pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi. Melalui edukasi yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan memiliki bekal pengetahuan, kesiapan mental, dan kepercayaan diri untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan sentuhan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan kepedulian, harapan untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan bebas narkoba akan semakin nyata.













