Jurnal1jambi.com,- Komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat kembali ditegaskan Polda Jambi melalui penyaluran 1.000 paket sembako dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., itu berlangsung di Lobby Utama Mapolda Jambi pada 15/06/2026 dan menjadi bagian dari rangkaian pembinaan tradisi yang sarat nilai kemanusiaan.
Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan sejak awal pelaksanaan. Didampingi Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Beny Ali, S.I.K., S.H., serta para pejabat utama Polda Jambi, Kapolda menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada jurnalis sahabat Polri, pengemudi ojek online, dan petugas kebersihan sebelum melepas distribusi bantuan ke berbagai wilayah.
Kapolda Jambi menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk nyata rasa syukur sekaligus kepedulian institusi Polri terhadap masyarakat. “Kegiatan hari ini kita menyalurkan 1.000 paket sembako kepada komunitas ojol, panti asuhan, petugas kebersihan, dan masyarakat yang membutuhkan lainnya. Selain itu masih banyak rangkaian kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang akan dilaksanakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026,” ujarnya.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, bantuan sosial seperti ini menjadi lebih dari sekadar penyerahan paket kebutuhan pokok. Kehadiran negara melalui institusi kepolisian memberi pesan bahwa pelayanan publik tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam kepedulian terhadap kelompok-kelompok yang membutuhkan perhatian.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa Hari Bhayangkara harus dimaknai sebagai momentum memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan bakti sosial menjadi jembatan yang mempererat sinergi dengan berbagai elemen, mulai dari insan pers, komunitas ojek online, petugas kebersihan hingga masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Pada akhirnya, peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya tentang menandai usia pengabdian sebuah institusi, melainkan tentang memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika kepedulian diwujudkan melalui tindakan nyata, kepercayaan publik tumbuh bukan dari kata-kata, melainkan dari manfaat yang hadir langsung di tengah kehidupan mereka.(Noval)













