Jurnal1jambi.com,- Kasrem 042/Gapu Kolonel Inf Davy Darma Putra menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus besar yang digelar di Lapangan Polda Jambi, Kamis (21/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam mempertegas perang terhadap peredaran narkoba di Provinsi Jambi.
Turut hadir dalam kegiatan itu Gubernur Jambi Al Haris, Kapolda Jambi Krisno H. Siregar, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan media, hingga perwakilan lembaga penegak hukum lainnya. Kehadiran lintas unsur tersebut memperlihatkan bahwa ancaman narkotika tidak lagi dipandang sebagai persoalan sektoral, melainkan ancaman serius terhadap masa depan generasi bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Jambi memusnahkan barang bukti berupa 20 kilogram sabu, 20.237 butir ekstasi, dan 1.970 cartridge etomidate hasil pengungkapan jaringan narkotika. Di hadapan para tamu undangan, Kapolda Jambi menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keberanian kolektif dan konsistensi seluruh elemen masyarakat. “Narkoba adalah musuh bersama bangsa. Kehadiran seluruh unsur pemerintah, TNI, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat merupakan bentuk kebersamaan dalam melawan ancaman ini,” tegasnya.

Selain pemusnahan barang bukti, kegiatan juga dirangkai dengan deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba melalui penandatanganan komitmen bersama. Deklarasi itu bukan sekadar seremoni simbolik, melainkan pesan moral bahwa pemberantasan narkoba harus berjalan beriringan dengan edukasi, rehabilitasi, dan penguatan kesadaran sosial di tengah masyarakat.
Kapolda Jambi juga menekankan bahwa langkah pemberantasan narkoba merupakan bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. “Kami akan terus bekerja keras memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya, memperkuat rehabilitasi, dan memperluas diseminasi informasi agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Kehadiran Kasrem 042/Gapu dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Di tengah ancaman narkotika yang terus menyasar generasi muda, sinergi lintas institusi menjadi benteng utama agar Jambi tidak kehilangan masa depan akibat kejahatan yang bekerja dalam senyap namun menghancurkan perlahan.











