Jurnal1jambi.com,- Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) menggelar aksi di depan Kejaksaan Tinggi Jambi pada Kamis, 21/05/2026, mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan persoalan pembangunan gedung laboratorium RS Abdul Manap. Massa aksi menilai proyek bernilai miliaran rupiah itu menyisakan terlalu banyak pertanyaan yang hingga kini belum dijawab secara terbuka kepada publik.

Dalam orasinya, Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) menyoroti laporan yang dikutip dari media Jambilink.id yang menyebut CV Wakuda Bangun Jaya sebagai pelaksana kontraktor pemenang proyek laboratorium RS Abdul Manap dengan nilai HPS Rp8,59 miliar. Media tersebut juga mengutip sumber internal yang menyebut perusahaan itu diduga hanya menjadi “bendera” dari seorang kontraktor kuat berinisial “A”, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak perusahaan maupun Pokja terkait informasi tersebut.

Ketua Umum JARI, Wandi, mempertanyakan arah penggunaan anggaran proyek di tengah kondisi fasilitas rumah sakit yang dinilai memprihatinkan. “Bed pasien rusak, keramik banyak hancur, fasilitas rumah sakit memudar kualitasnya. Tetapi proyek pembangunan terus berjalan dengan angka fantastis. Pertanyaannya sederhana, Rp8,5 miliar itu sebenarnya digunakan untuk apa dan siapa yang berada di belakang proyek ini?” tegas Wandi.

Ia juga menyoroti dugaan adanya figur kuat yang disebut mengendalikan proyek melalui perusahaan tertentu. Menurutnya, transparansi tidak boleh berhenti pada dokumen tender semata, melainkan harus mampu menjawab siapa pihak yang sesungguhnya menikmati keuntungan dari proyek publik yang menggunakan uang rakyat.

Aksi JARI mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat sipil yang menilai pengawasan publik terhadap proyek pemerintah merupakan bagian penting dalam menjaga integritas tata kelola anggaran daerah. Mereka menilai keberanian menyuarakan dugaan persoalan proyek kesehatan harus dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan publik, bukan sekadar kritik politik semata.

JARI memastikan aksi lanjutan akan digelar pada Selasa mendatang dengan titik aksi di RS Abdul Manap dan Kantor Wali Kota Jambi. Massa akan membawa tuntutan evaluasi menyeluruh terhadap proyek pembangunan, audit transparan penggunaan anggaran, serta meminta pihak terkait memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.

Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) meminta Kejaksaan Tinggi Jambi turun langsung mengusut dugaan persoalan proyek laboratorium RS Abdul Manap secara transparan dan menyeluruh. Menurut JARI, penggunaan anggaran miliaran rupiah dalam proyek pelayanan publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di tengah masyarakat.

share this :