Jurnal1jambi.com,- Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., bersama istri Ririn Novianty, S.E., mendampingi Gubernur Jambi Dr. Al Haris, S.Sos., M.H., menyambut kedatangan Wakil Menteri Pertanian RI sekaligus Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A., di Bandara Sultan Thaha Jambi, Senin 20/04/2026. Prosesi penyambutan berlangsung hangat dengan pengalungan kain sal bermotif batik Jambi sebagai simbol penghormatan.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari agenda besar Gerakan Ketahanan Pangan dan Energi menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu, momentum ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPD HKTI Provinsi Jambi tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Muaro Jambi.
Usai penyambutan, rombongan melanjutkan agenda silaturahmi dan makan malam di kediaman Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh strategis, mulai dari unsur Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia, jajaran PTPN, hingga perwakilan Wanita Tani dan Pemuda Tani yang menjadi bagian penting dalam rantai ketahanan pangan.

Wakil Menteri Pertanian dijadwalkan meninjau langsung lokasi penanaman jagung dan buah di wilayah Muaro Jambi. Kunjungan lapangan ini menjadi indikator keseriusan pemerintah dalam memastikan program ketahanan pangan tidak berhenti di tataran wacana, melainkan menyentuh langsung sektor produksi.
Di sisi lain, pelantikan DPD HKTI Jambi dan Wanita Tani Jambi yang akan digelar di Lapangan Pendopo Bukit Cinto Kenang menjadi panggung konsolidasi kekuatan pertanian daerah. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya merajut sinergi antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Bambang Bayu Suseno menegaskan kesiapan daerah dalam menyukseskan agenda strategis tersebut. “Kami siap mendukung penuh kunjungan kerja ini sebagai langkah konkret menuju swasembada pangan,” ujarnya.
Di tengah tantangan pangan global yang kian kompleks, kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci. Bukan hanya soal program, tetapi soal keberanian memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada petani sebagai fondasi ketahanan bangsa.











