Jurnal1jambi.com,— Di tubuh Dewan Pimpinan Pusat FERADI WPI, para Wakil Ketua Umum kerap dijuluki “The Dragon” — simbol keberanian, ketegasan, dan daya juang dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat. Salah satu figur yang kini mengemban amanah tersebut adalah Harriani Bianca Daryana, C.PL., sosok yang dinilai memiliki kekuatan karakter sekaligus kelembutan nurani.

Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, mengungkapkan bahwa perkenalannya dengan Bianca berawal dari diskusi tentang komitmen bantuan hukum bagi masyarakat kecil. Ia melihat ketulusan, integritas, dan keberanian moral dalam diri Bianca. Tak lama setelah itu, DPD FERADI WPI Jakarta lahir di bawah kepemimpinannya dengan program konkret: bantuan hukum pro bono, penyuluhan hukum ke akar rumput, serta advokasi kebijakan publik demi hak konstitusional warga negara.

Di bawah kepemimpinannya, DPD FERADI WPI Jakarta aktif menggelar pendampingan hukum gratis, bakti sosial, serta menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Mpu Tantular dalam pelaksanaan PKPA dan Ujian Profesi Advokat. Langkah ini menunjukkan orientasi kepemimpinan yang tidak berhenti pada retorika, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata dan penguatan kualitas profesi.

Donny bahkan mengibaratkan Bianca seperti figur Deborah dalam Kitab Hakim-hakim: pemimpin perempuan yang berdaulat, berani, dan memiliki keteguhan iman. Analogi “pohon korma” pun ia sematkan — tumbuh di tengah kerasnya padang pasir, berakar kuat, sulit ditumbangkan. Bagi Donny, karakter itu mencerminkan ketahanan, konsistensi, dan daya juang Bianca dalam menghadapi dinamika organisasi maupun tantangan profesi.

Ia menilai di balik sikap lembutnya tersimpan militansi dan keberanian melawan ketidakadilan. Bukan tipe pemimpin yang sekadar mengikuti arus, tetapi berani berdiri ketika prinsip diuji. Ketegasan yang berpijak pada nilai dan iman itulah yang, menurutnya, membuat Bianca layak disebut sebagai salah satu “The Dragon of FERADI WPI.”

Kini, sebagai Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI, Harriani Bianca Daryana dipandang sebagai figur yang memperkuat barisan kepemimpinan pusat. Sebuah kombinasi antara keberanian, empati, dan integritas yang diharapkan mampu membawa gerakan bantuan hukum FERADI WPI semakin berdampak luas bagi masyarakat dan bangsa. (Redaksi)

share this :