Jurnal1jambi.com,— Jambi – Seorang pelanggan PLN bernama Rasidin (ID Pelanggan 1430-0149-2959) dibuat terperanjat usai melihat tagihan listrik bulan November 2025 yang naik tak wajar. Berdasarkan data di aplikasi PLN Mobile, jumlah tagihan tercatat mencapai Rp 1.458.859, jauh di atas rata-rata tagihan bulan-bulan sebelumnya yang hanya berkisar Rp 170 ribu hingga Rp 190 ribu.

Dalam enam bulan terakhir, konsumsi listrik Rasidin terpantau stabil di rentang 110–125 kWh per bulan. Namun pada November, angka itu tiba-tiba melonjak hingga 935 kWh — hampir delapan kali lipat dari pemakaian biasanya. Lonjakan ini menimbulkan tanda tanya besar soal akurasi pencatatan meteran dan sistem perhitungan tagihan yang diterapkan oleh PLN.

“Biasanya tagihan saya tidak pernah lebih dari dua ratus ribu. Tapi bulan ini tiba-tiba hampir satu juta lima ratus ribu. Jelas tidak masuk akal,” keluh Rasidin saat dikonfirmasi, Kamis (6/11/2025).

Fenomena serupa, menurut sejumlah warga di kawasan tempat tinggal Rasidin, bukan hanya dialami satu pelanggan saja. Mereka mengaku juga mendapati kenaikan tagihan yang tak sebanding dengan pemakaian.

Warga berharap PLN segera turun tangan, memberikan penjelasan resmi serta melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan pencatatan, gangguan teknis, atau sistem pembacaan meteran yang keliru.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi terkait lonjakan tagihan yang dikeluhkan pelanggan.

share this :