Jurnal1jambi.com,- Korem 042/Gapu menyalurkan 25.000 masker N98 bantuan Presiden Republik Indonesia kepada sejumlah instansi di Provinsi Jambi untuk membantu melindungi masyarakat dari dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Jumat (18/09/2026). Penyaluran dilakukan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., di Kantor Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Makorem 042/Gapu.

Bantuan tersebut terdiri atas 25 dus, dengan masing-masing dus berisi 50 boks dan setiap boks berisi 20 masker. Masker selanjutnya didistribusikan kepada personel di lapangan, siswa dan tenaga pendidik, serta masyarakat yang membutuhkan perlindungan tambahan dari paparan kabut asap.

Instansi penerima antara lain Kodim 0415/Jambi, BPBD Provinsi Jambi, Kantor Basarnas, Dinas Sosial Provinsi Jambi, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi, Manggala Agni, SMAN 1 Kota Jambi, SMKN 1 Kota Jambi, SMA Adhyaksa Kota Jambi, serta Asosiasi Pedagang Kaki Lima Jambi. Penyaluran lintas instansi tersebut diharapkan memperluas jangkauan perlindungan bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap keselamatan masyarakat di tengah kondisi Karhutla dan kabut asap. “Masker ini merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia yang kita salurkan kepada instansi-instansi di Provinsi Jambi untuk selanjutnya diberikan kepada personel, anak-anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Nyamin, penanganan Karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran, tetapi juga perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak asap. “Selain terus melakukan pemadaman, pendinginan dan penanggulangan Karhutla di lapangan, kita juga memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari dampak asap,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Masyarakat juga diminta menggunakan masker dengan benar serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kualitas udara.

Nyamin menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait hingga masyarakat. “Kita ingin api padam, asap berkurang, dan masyarakat tetap terlindungi. Ini adalah kerja bersama,” tegasnya.

share this :