Jurnal1jambi.com,- Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Penanganan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara video conference (Vicon), Selasa (15/09/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Makorem 042/Gapu, Jambi, dan menjadi bagian dari penguatan koordinasi penanganan Karhutla secara nasional.

Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dari pusat serta diikuti pemerintah daerah dan instansi terkait dari berbagai wilayah. Forum tersebut membahas perkembangan penanganan Karhutla sekaligus langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran yang dapat meluas, terutama di wilayah rawan.

Di Provinsi Jambi, Danrem 042/Gapu mengikuti kegiatan bersama Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, Kajati Jambi, Kalaksa BPBD Provinsi Jambi, serta sejumlah pejabat utama pemerintah daerah. Kehadiran lintas institusi tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi dalam menghadapi ancaman Karhutla yang membutuhkan respons bersama.

Pembahasan rakor mencakup perkembangan terkini penanganan dan penanggulangan Karhutla di sejumlah wilayah. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, serta unsur terkait diarahkan untuk memastikan setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan terukur.

Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Makorem 042/Gapu menjadi salah satu pusat koordinasi dalam mendukung pemantauan, pelaporan, serta percepatan penanganan Karhutla di wilayah Provinsi Jambi. Keberadaan posko juga memperkuat jalur koordinasi antarpihak ketika diperlukan respons cepat di lapangan.

Penanganan Karhutla tidak hanya bergantung pada kecepatan pemadaman, tetapi juga pada kemampuan seluruh unsur membaca potensi ancaman dan mengerahkan sumber daya secara tepat. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas dan berdampak terhadap masyarakat.

Melalui rakor tersebut, seluruh unsur terkait diharapkan semakin solid memperkuat kesiapsiagaan serta mengambil langkah cepat berdasarkan kondisi di lapangan. Di tengah ancaman Karhutla yang terus membutuhkan kewaspadaan, kesigapan dan koordinasi menjadi kunci agar setiap potensi kebakaran dapat dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

share this :