Jurnal1jambi.com,- Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif. Salah satunya diwujudkan lewat panen ikan lele hasil budidaya perikanan di lingkungan Lapas pada 12/09/2026, sebagai bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kalapas Perempuan Kelas IIB Jambi dengan didampingi Kasi Binadik dan Giatja serta staf Giatja. Proses panen berlangsung antusias dan menjadi bagian dari evaluasi sekaligus apresiasi terhadap keterlibatan warga binaan dalam menjalankan program budidaya tersebut.
Budidaya ikan lele memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan, mulai dari pemeliharaan ikan, pemberian pakan, perawatan kolam hingga proses panen. Selain keterampilan teknis, kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kewirausahaan.
Kalapas Perempuan Kelas IIB Jambi menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian tidak semata-mata ditujukan untuk mengisi aktivitas selama warga binaan menjalani masa pidana. Lebih dari itu, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke lingkungan masyarakat dan membangun kehidupan secara mandiri.
Program budidaya lele juga menunjukkan bahwa pembinaan di dalam Lapas dapat diarahkan pada kegiatan yang memiliki nilai keterampilan dan produktivitas. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, warga binaan memiliki ruang untuk belajar mengelola kegiatan secara bertahap sekaligus memahami proses kerja yang membutuhkan ketekunan dan konsistensi.
Pembinaan semacam ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana. Keterampilan praktis yang diperoleh selama pembinaan diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas di dalam Lapas, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang produktif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Melalui panen lele tersebut, Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi kembali menegaskan arah pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada proses pemasyarakatan, tetapi juga pada kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan sosial secara lebih mandiri. Produktivitas menjadi salah satu jalan agar proses pembinaan memiliki manfaat nyata dan berkelanjutan setelah mereka meninggalkan Lapas.













