Jurnal1jambi.com,- Tita Mulya Permata Sari menempati posisi sebagai Kepala Divisi Komunikasi DPP FERADI WPI sekaligus Ketua PBH FERADI WPI Area Cirebon 1. Di tengah aktivitas organisasi dan pendidikannya di bidang hukum, Tita juga dikenal aktif memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma atau pro bono kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.

Perjalanan Tita dalam menjalankan tanggung jawab organisasi tidak hanya berkaitan dengan posisi struktural, tetapi juga dengan kemampuan mengelola pelayanan bantuan hukum. Saat ini, ia masih menempuh pendidikan hukum dan memiliki rencana untuk melanjutkan kiprahnya sebagai lawyer profesional.

Selain menjalankan tugas di organisasi, Tita bekerja sebagai asisten Advokat Senior Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan kapasitasnya dalam memahami dinamika kerja di bidang hukum serta pelayanan kepada masyarakat.

Dalam berbagai kegiatan organisasi, Tita dinilai mampu menunjukkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang solid. Salah satu fokus yang dijalankannya adalah pelayanan bantuan hukum pro bono bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendampingan hukum.

Ketua Umum FERADI WPI, Donny Andretti, menilai Tita merupakan figur perempuan yang memiliki daya juang dan karakter kepemimpinan kuat. “Saya melihat Ibu Tita Mulya Permata Sari sebagai pribadi yang tidak pernah menyerah pada keadaan. Beliau adalah simbol keberanian untuk keluar dari ‘sangkar’ keterbatasan dan membuktikan bahwa dengan kerja keras, integritas, dan ketulusan, seseorang dapat menjelma menjadi ‘rajawali’ yang terbang tinggi,” ujar Donny.

Menurut Donny, ketegasan Tita dalam menjalankan prinsip organisasi berjalan beriringan dengan pendekatan humanis terhadap anggota dan masyarakat. Ia menilai Tita mampu mengambil peran sebagai penggerak sekaligus menjaga semangat anggota dalam menjalankan kegiatan bantuan hukum.

Kiprah Tita di FERADI WPI menjadi bagian dari proses panjang membangun kapasitas dan pengalaman di bidang hukum. Di tengah pendidikan yang masih ditempuh, keberanian mengambil tanggung jawab serta komitmen memberikan akses bantuan hukum menjadi modal penting untuk terus berkembang, dengan harapan pelayanan hukum dapat semakin dekat dan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

share this :