Jurnal1jambi.com,- MUARO JAMBI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Jambi menggelar kegiatan The Power of Mind bagi warga binaan bekerja sama dengan Universitas Persada Indonesia Y.A.I. (UPI YAI) pada 20/07/2026. Program ini menjadi bagian dari pembinaan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga penguatan mental dan psikologis sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana.
Kegiatan yang diikuti puluhan warga binaan tersebut bertujuan membangun pola pikir positif, meningkatkan motivasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Melalui pendekatan psikologis, peserta diajak memahami pentingnya mengelola pikiran dan emosi agar mampu bangkit dari masa lalu serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Dalam pemaparannya, narasumber dari UPI YAI menjelaskan bahwa kekuatan pikiran memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan cara seseorang menghadapi berbagai tantangan hidup. Materi yang disampaikan kemudian dipadukan dengan sesi diskusi, refleksi diri, dan latihan afirmasi positif yang mendorong peserta lebih terbuka dalam mengenali potensi diri.
Antusiasme warga binaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai cara mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, dan menjaga semangat untuk menjalani proses pembinaan secara lebih optimistis.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza, menyampaikan apresiasi kepada tim Universitas Persada Indonesia Y.A.I. atas kontribusinya dalam memberikan edukasi yang dinilai mampu memperkuat kondisi mental warga binaan. Menurutnya, pembinaan yang menyentuh aspek psikologis merupakan bagian penting dalam membentuk pribadi yang lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
Melalui program The Power of Mind, Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada perubahan perilaku. Diharapkan, warga binaan mampu membangun pola pikir yang lebih positif, memiliki ketahanan mental yang kuat, serta siap berintegrasi kembali sebagai pribadi yang produktif setelah menyelesaikan masa pidananya.













