Oleh: Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi, M.Kes, Sp.OT (K) Hand Wakapuskes TNI

Jurnal1jambi.com,- Kesehatan TNI dinilai memiliki peluang strategis untuk mengambil peran yang lebih besar dalam jejaring kedokteran militer dunia. Gagasan tersebut disampaikan dalam kajian yang ditulis Wakapuskes TNI, Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi, M.Kes., Sp.OT(K) Hand, yang dipublikasikan pada 16/06/2026 dan menyoroti pentingnya penguatan organisasi kedokteran militer Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Dalam tulisannya, kedokteran militer digambarkan bukan lagi sekadar layanan kesehatan bagi prajurit yang sakit atau terluka. Lebih dari itu, sektor ini telah berkembang menjadi instrumen strategis yang berada di persimpangan antara pertahanan negara, manajemen bencana, diplomasi kesehatan, hingga kesiapan menghadapi ancaman biologis dan kemanusiaan lintas batas.

“Kesehatan TNI memiliki posisi strategis untuk mengambil peran lebih besar dalam jejaring kedokteran militer dunia,” tulis Tjahja Nurrobi. Menurutnya, pengalaman Indonesia dalam operasi militer, bantuan kemanusiaan, penanganan pandemi, serta penanggulangan bencana menjadi modal penting yang dapat dikontribusikan dalam forum internasional.

Pandangan tersebut muncul seiring meningkatnya peran organisasi kedokteran militer di berbagai negara. Amerika Serikat, Australia, Singapura, Inggris, hingga Uni Emirat Arab terus memperkuat sistem kesehatan militernya sebagai bagian dari kesiapan pertahanan sekaligus sarana membangun kerja sama global di bidang kesehatan dan kemanusiaan.

Kajian itu juga menegaskan bahwa kekuatan kedokteran militer modern tidak hanya bertumpu pada profesi dokter. Perawat, apoteker, dokter gigi, psikolog, tenaga laboratorium, radiografer, hingga tenaga logistik kesehatan disebut sebagai tulang punggung yang memastikan sistem kesehatan militer tetap berjalan efektif dalam berbagai situasi, termasuk operasi lapangan dan respons bencana.

Sebagai langkah ke depan, organisasi kedokteran militer Indonesia direkomendasikan dibangun dengan prinsip integratif, profesional, lintas matra, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Organisasi tersebut diharapkan menjadi rumah bersama bagi seluruh profesi kesehatan militer sekaligus wadah pengembangan riset, inovasi, pendidikan berkelanjutan, dan kerja sama internasional.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat dan penuh ketidakpastian, kesehatan pertahanan menjadi investasi strategis yang tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab pada akhirnya, kekuatan sebuah bangsa bukan hanya ditentukan oleh kemampuan bertempur, melainkan juga oleh kemampuannya menjaga kehidupan, merawat kemanusiaan, dan memastikan setiap unsur pertahanan tetap siap menghadapi tantangan zaman.

share this :