Jurnal1jambi.com,- 23/04/2026, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis memimpin langsung Rapat Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Tk II Dr AK Gani di Palembang. Rapat ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat arah kebijakan layanan kesehatan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan bagi prajurit, PNS TNI, dan masyarakat umum.
Pertemuan tersebut tidak sekadar agenda rutin, tetapi ruang konsolidasi antara manajemen rumah sakit dan dewan pengawas. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga di tengah tuntutan yang semakin kompleks. Momentum ini juga menjadi refleksi atas capaian sekaligus tantangan yang dihadapi institusi kesehatan militer.

Sejumlah pejabat tinggi Kodam II/Sriwijaya turut hadir dalam rapat tersebut. Di antaranya Irdam II/Swj Brigjen TNI M. Fachmi Rizal Nasution, Kakesdam Kolonel Ckm dr Maksum Pandelima, serta Karumkit AK Gani Kolonel Ckm dr Nirwan Arief. Kehadiran mitra strategis dari Kementerian Keuangan turut memperkuat sinergi dalam pengelolaan BLU.
Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan komprehensif dari Karumkit terkait capaian operasional rumah sakit. Berbagai aspek disampaikan, mulai dari layanan medis hingga pengelolaan keuangan. Diskusi kemudian berkembang dinamis dengan sejumlah rekomendasi dari Dewan Pengawas.
Dalam arahannya, Pangdam menekankan pentingnya transparansi dalam tata kelola rumah sakit. Ia juga mendorong inovasi sebagai kunci adaptasi terhadap perkembangan teknologi medis dan kebutuhan layanan publik. “Rumah sakit harus responsif dan terus berbenah agar mampu memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Penekanan tersebut menjadi sinyal bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh berjalan stagnan. Di tengah perubahan zaman, rumah sakit dituntut untuk bergerak cepat, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Rapat berlangsung dengan suasana serius namun konstruktif. Setiap masukan yang muncul diharapkan mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan. Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan pada rapat itu sendiri, melainkan pada kualitas layanan yang dirasakan pasien.
Melalui forum ini, Rumkit AK Gani diharapkan semakin kokoh sebagai institusi pelayanan kesehatan yang profesional dan adaptif. Di balik setiap kebijakan, ada tanggung jawab besar untuk memastikan kesehatan tetap menjadi prioritas utama bagi semua lapisan masyarakat.











