Jurnal1jambi.com,— Dr. Appe Hutauruk, S.H., M.H. dikenal sebagai salah satu aktivis Reformasi 1998 yang hingga kini konsisten berada di jalur independen, jauh dari hiruk-pikuk jabatan pemerintahan. Dengan kapasitas akademik dan pengalaman panjang di bidang hukum, ia memilih menapaki ruang pendidikan dan pengawasan kebijakan publik sebagai medan pengabdiannya.
Sebagai akademisi di Universitas Mpu Tantular Jakarta, Dr. Appe saat ini menjabat sebagai Kepala Program Studi Hukum. Di lingkungan kampus, ia dikenal berkarakter komunikatif, hangat, dan dekat dengan mahasiswa. Gaya mengajar yang lugas namun bersahaja membuat diskusi-diskusinya tidak sekadar akademik, tetapi juga reflektif dan membumi.
Penguasaan literatur hukum klasik hingga modern menjadi ciri kuat sosoknya. Ia fasih menggunakan terminologi hukum dari berbagai tradisi, termasuk Romawi Kuno dan bahasa Inggris, untuk memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami asas keadilan, kepastian hukum, dan etika profesi hukum.
Di luar aktivitas akademik, Appe tetap memelihara napas aktivisme. Sikap kritis terhadap kebijakan publik yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat diwujudkan melalui kajian, diskusi, serta keterlibatan dalam gerakan masyarakat sipil. Konsistensi ini menjadikannya sosok yang tak sekadar mengajar hukum, tetapi juga menghidupi nilai-nilai hukum itu sendiri.
Pria kelahiran Sidikalang tahun 1968 tersebut memadukan identitas sebagai akademisi, aktivis, dan pegiat antikorupsi. Jalur intelektual dipilihnya sebagai instrumen perjuangan, menegaskan bahwa perubahan tidak selalu lahir dari struktur kekuasaan, tetapi juga dari ruang-ruang pendidikan dan kesadaran publik.
Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, mengenang pertemuan pertamanya dengan Dr. Appe pada Jumat, 19 September 2025. Dalam perbincangan terkait rencana kerja sama PKPA, Donny merasakan energi intelektual dan moral yang kuat dari sosok Appe. “Saya melihat beliau sebagai pribadi yang berintegritas, humble, dan memiliki bobot dalam setiap gagasan. Sosok ‘singa’ yang tidak perlu banyak kata, tetapi suaranya menggugah,” ujarnya.
Donny juga menyampaikan rasa syukurnya atas kesediaan Dr. Appe memperkuat FERADI WPI dengan menduduki jabatan Ketua Dewan Penasehat DPP FERADI WPI. Pelantikan dijadwalkan berlangsung Sabtu, 21 Februari 2026, di Jakarta, sebagai momentum konsolidasi sekaligus penguatan arah organisasi.
Nabilla












