Jurnal1jambi.com,—Ketangguhan dan loyalitas menjadi fondasi utama yang melekat pada tiga Asisten Pribadi (Aspri) Ketua Umum FERADI WPI, yakni Rifa Asyah Ningrum, Nabila Mazidatul Maftuhah, dan Wilma Sribayu. Ketiganya dikenal sebagai sosok-sosok yang setia mendampingi Donny Andretti sejak masa awal perintisan organisasi, bahkan ketika FERADI WPI masih bernama Warung Paralegal Indonesia (WPI).
Rifa Asyah Ningrum, S.H., S.S., PLDING., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., merupakan Aspri yang telah menyertai Ketua Umum sejak titik nol perjuangan. Rifa dikenal memiliki penguasaan bahasa Inggris yang sangat baik serta piawai menyusun gugatan dan perjanjian, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kepercayaan besar diberikan kepadanya untuk mengoordinasikan Pendidikan dan Pelatihan Hukum berbasis Google Meet yang rutin digelar setiap Senin malam program yang kerap disebut sebagai “jantung” kegiatan FERADI WPI.
Sementara itu, Nabila Mazidatul Maftuhah, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., dikenal sebagai figur yang teliti dan andal dalam administrasi hukum. Putri dari Asisten Advokat Wakhidin, S.Sos., ini memiliki keahlian menyusun surat kuasa, somasi, serta berkas pengaduan dan laporan kepolisian. Nabila juga dipercaya mengelola dan menjaga dokumen-dokumen penting milik Ketua Umum FERADI WPI, sebuah tanggung jawab yang menuntut integritas dan ketelitian tinggi.
Wilma Sribayu, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., merupakan Aspri yang dikenal tangguh di lapangan. Ia loyal mengawal Ketua Umum di berbagai agenda dan lokasi. Berpengalaman sebagai wartawan senior di media KawanJariNews, Wilma memadukan naluri jurnalistik dengan pemahaman hukum yang terus diasah saat ini ia tengah menyelesaikan studi S1 Hukum di Universitas Terbuka.
Ketiga Aspri ini dikenal memiliki integritas yang teruji. Dalam perjalanan organisasi, mereka pernah menghadapi godaan dari oknum yang menawarkan sejumlah uang untuk mengkhianati Ketua Umum. Tawaran tersebut ditolak mentah-mentah dan justru dilaporkan kepada pimpinan, sebuah sikap yang menegaskan komitmen pada nilai kejujuran dan kesetiaan.
Loyalitas, keberanian, dan keahlian Rifa, Nabila, dan Wilma bukan sekadar atribut personal, melainkan representasi etos yang dijaga dalam FERADI WPI. Ketiganya menjadi contoh bahwa organisasi yang kuat dibangun bukan hanya oleh kepemimpinan di puncak, tetapi juga oleh barisan pendamping yang bekerja senyap, konsisten, dan berintegritas tinggi.













