Jurnal1jambi.com,- MUARO JAMBI — Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program pembinaan kemandirian bidang peternakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Jambi selama empat hari. Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (30/10/2026) tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan program ketahanan pangan berjalan efektif, transparan, dan sesuai target.

Pengawasan difokuskan pada pengelolaan sektor peternakan yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Program tersebut diarahkan untuk mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Selama kegiatan berlangsung, tim Itjen Kemenimipas melakukan pemeriksaan langsung terhadap pengelolaan peternakan yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pemeriksaan mencakup pemeliharaan ternak, tata kelola administrasi, hingga proyeksi hasil panen sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program.

Tim pengawas juga memberikan apresiasi terhadap keaktifan dan keterampilan warga binaan dalam menjalankan kegiatan peternakan. Pembinaan tersebut dinilai memiliki potensi untuk membekali warga binaan dengan kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza, menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut. Ia menilai arahan serta masukan dari tim pengawas menjadi bahan evaluasi bagi jajarannya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program peternakan.

“Monitoring ini memberikan dorongan motivasi dan evaluasi berharga bagi kami. Lapas Perempuan Jambi berkomitmen untuk terus mengoptimalkan program ketahanan pangan di bidang peternakan ini, tidak hanya sebagai wadah pembekalan keterampilan yang produktif bagi warga binaan, tetapi juga untuk menyukseskan program prioritas pemerintah,” tegas Meita.

Evaluasi tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari produktivitas peternakan, administrasi pengelolaan hingga standar keselamatan kerja. Pengawasan secara berkala diperlukan agar kegiatan pembinaan tidak hanya berjalan sebagai program rutin, tetapi juga menghasilkan keterampilan yang dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi warga binaan.

Melalui monitoring dan evaluasi ini, Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian sekaligus memperkuat kontribusi sektor pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan. Pengembangan peternakan menjadi salah satu upaya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menjalani masa pembinaan.

share this :