Jurnal1jambi.com,- Jambi — Sebanyak 90 personel gabungan dikerahkan melalui jalur udara untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak, Provinsi Jambi, Minggu (18/10/2026). Pemberangkatan tersebut dipimpin Gubernur Jambi Al Haris, didampingi Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, melalui apel di Posko Udara Karhutla Provinsi Jambi.
Pengerahan personel dilakukan karena masih terdapat titik api di kawasan Taman Nasional Berbak yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Personel dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan Manggala Agni diberangkatkan menggunakan helikopter untuk memperkuat operasi pemadaman di lokasi terdampak.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kebakaran di kawasan tersebut. Ia meminta seluruh personel menjalankan tugas dengan maksimal, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi medan dan pergerakan api.
“Seluruh personel yang terlibat harus bersinergi dan bekerja sama dengan baik di lapangan. Laksanakan tugas secara maksimal, tetap waspada terhadap potensi bahaya, jaga kesehatan, dan utamakan keselamatan diri,” tegas Widodo.
Selain kesiapan personel, pemantauan perkembangan situasi dan koordinasi selama operasi menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran meluas. Usai apel, Kapolda bersama unsur terkait melakukan pengecekan armada helikopter yang digunakan untuk mendukung mobilisasi personel dan operasi pemadaman.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyatakan, keterlibatan Kapolda merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah daerah bersama TNI dan instansi terkait dalam menanggulangi Karhutla. Ia menegaskan komitmen Polda Jambi dalam mendukung kesiapan personel, koordinasi lintas sektoral, dan pemantauan situasi secara berkelanjutan.
Pengerahan pasukan melalui jalur udara diharapkan mempercepat penanganan titik api di kawasan Taman Nasional Berbak, terutama pada lokasi yang sulit diakses dari darat. Namun, keberhasilan operasi tetap bergantung pada kondisi lapangan, keselamatan personel, dan efektivitas pemadaman untuk melindungi lingkungan serta mencegah dampak kebakaran meluas.













