Jurnal1jambi.com,- Kodam II/Sriwijaya memperkuat upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mendistribusikan bahan pemadam berbasis ekstrak singkong PS 08 kepada satuan kewilayahan, salah satunya Kodim 0405/Lahat, Selasa, 15/09/2026. Inovasi tersebut menjadi langkah kesiapsiagaan dalam mempercepat pemadaman sekaligus meminimalkan dampak lingkungan akibat Karhutla.
Distribusi cairan pemadam PS 08 dilakukan sebagai bagian dari strategi Kodam II/Sriwijaya untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan Karhutla di wilayah kerja satuan. Pemanfaatan bahan pemadam berbasis ekstrak singkong ini diarahkan agar personel di lapangan memiliki dukungan tambahan dalam menghadapi kondisi kebakaran yang membutuhkan penanganan cepat.
Salah satu penerapan inovasi tersebut dilakukan oleh jajaran Kodim 0405/Lahat saat menangani kebakaran semak belukar di kawasan Jalan Rimba Beduk, Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan. Personel di lapangan langsung mengaplikasikan cairan PS 08 sebagai bagian dari upaya pemadaman terhadap area yang terdampak.
Kodam II/Sriwijaya menilai penggunaan PS 08 dapat menjadi alternatif pendukung dalam operasi pemadaman karena mengedepankan pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Selain membantu mempercepat proses penanganan api, inovasi tersebut juga diharapkan dapat mengurangi risiko dampak lanjutan terhadap ekosistem sekitar.
Dalam pelaksanaan penanganan Karhutla, Kodam II/Sriwijaya terus mendorong kesiapan seluruh jajaran melalui penguatan personel, peralatan, dan metode pemadaman. Sinergi antara satuan TNI, pemerintah daerah, serta unsur terkait menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam penanggulangan Karhutla menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak asap kebakaran. Setiap langkah pencegahan dan pemadaman diharapkan mampu dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.
Melalui penggunaan PS 08 berbasis ekstrak singkong, Kodam II/Sriwijaya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengendalian Karhutla secara berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan masyarakat serta kelestarian alam di wilayah Sumatera Selatan.













