Jurnal1jambi.com,- Jambi, 29/08/2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Jambi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut diikuti jajaran petugas serta warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan kepribadian melalui peningkatan keimanan dan ketakwaan.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan hadroh yang dibawakan oleh warga binaan. Lantunan selawat yang diiringi musik hadroh menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi wujud partisipasi aktif warga binaan dalam memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza, mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada warga binaan. “Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kami berharap warga binaan tidak hanya mengenal sejarah dan perjuangan Rasulullah, tetapi juga mampu meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan agar warga binaan dapat terus memperbaiki diri dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Setelah kegiatan keagamaan, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar sebelumnya. Perlombaan tersebut meliputi nasyid, estafet surat, kaligrafi, dan tilawah Al-Qur’an yang bertujuan mengembangkan kreativitas, kemampuan, serta kecintaan warga binaan terhadap nilai-nilai keislaman.
Selain memberikan apresiasi kepada para pemenang lomba, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bingkisan dari Yayasan At-Taufiq kepada warga binaan. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dalam mendukung suasana pembinaan yang humanis sekaligus memberikan motivasi bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga bagian dari program pembinaan mental dan spiritual. Melalui pendekatan tersebut, warga binaan diharapkan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, membangun karakter yang lebih baik, dan mempersiapkan diri kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi cerminan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga pada pembentukan kepribadian dan nilai-nilai moral. Dengan dukungan berbagai pihak, proses pembinaan diharapkan mampu memberikan bekal positif bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.













