Jurnal1jambi.com,- Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/08/2026), untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Setibanya di Palembang, Prabowo langsung menggelar rapat darurat bersama Pangdam II/Swj Mayjen TNI Ujang Darwis, Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam rapat yang berlangsung di VIP Bandara SMB II Palembang tersebut, Presiden Prabowo menanyakan kebutuhan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mempercepat penanganan Karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan tambahan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Prabowo menyetujui penambahan armada udara untuk mendukung operasi pemadaman Karhutla di Sumsel. Selain itu, sekitar 20 unit excavator akan disiapkan untuk membuka akses, membuat sekat kanal dan membantu proses penanganan di wilayah yang sulit dijangkau.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Ujang Darwis mengatakan, TNI telah mengerahkan sekitar 3.000 personel dari satuan Yonif TP untuk mendukung penanganan Karhutla di wilayah Sumsel. Dukungan tersebut diperkuat dengan 60 unit kendaraan pemadam kebakaran serta 280 alat pelindung diri (APD) dari Kementerian Pertahanan yang telah didistribusikan ke sejumlah batalyon dan Kodim.

Penanganan Karhutla menjadi perhatian serius seiring masih terpantau tingginya jumlah titik panas di sejumlah wilayah Sumsel. Hingga Senin (24/08/2026), hotspot paling banyak terpantau di Kabupaten Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Muara Enim.

Langkah penambahan personel, armada udara dan alat berat menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan respons lintas sektor dengan dukungan sumber daya yang memadai. Sebelumnya, Pangdam II/Swj bersama Danrem 044/Gapo juga telah meninjau sejumlah lokasi titik api di wilayah Banyuasin untuk melihat langsung kondisi serta upaya penanganan di lapangan.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Palembang sekaligus menegaskan bahwa Karhutla di Sumsel menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi. Dengan penguatan personel dan peralatan, pemerintah berharap titik api dapat segera dikendalikan dan risiko meluasnya kebakaran terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat ditekan.

share this :