Jurnal1jambi.com,- Andika, Asisten Advokat Senior dari Subur Jaya Lawfirm dan FERADI WPI, menghadiri kegiatan perayaan LBH FERADI yang berlangsung di First Crack Coffee, Altira Business Park, Jakarta Utara, Jumat (21/08/2026). Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pengurus LBH FERADI, Organisasi Advokat (OA) FERADI WPI, serta jajaran Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas agenda kerja bersama.
Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha di Jakarta, Andika menyempatkan diri hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari pertemuan yang mempertemukan unsur lembaga bantuan hukum, organisasi advokat, dan firma hukum dalam suasana kekeluargaan.
Sejumlah pengurus LBH FERADI turut hadir, di antaranya Harriani Bianca Daryana, S.H., C.LA., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Ketua LBH FERADI Yoshua Rivaldo, S.K.M., C.MDF., C.JKJ., C.PFW., C.FTAX., Sekretaris Jenderal Mohamad Farhan, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., serta Bendahara Umum Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX.
Hadir pula Ketua Dewan Pembina LBH FERADI sekaligus Ketua Umum OA FERADI WPI dan Pimpinan Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan, Eko Ponco, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., serta Ketua DPC FERADI WPI Kabupaten Mojokerto dan Aspri Ketum FERADI WPI Wilma Sribayu, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. Selain itu, Tony dan Eddy Muliawan dari PT JeTaa Plastic Indonesia turut hadir dalam pertemuan tersebut dalam rangka penjajakan rencana bergabung dengan FERADI WPI.
Pertemuan tidak berhenti pada agenda silaturahmi. Para peserta juga membahas rencana kerja LBH FERADI yang akan dikolaborasikan dengan OA FERADI WPI dan Subur Jaya Lawfirm, terutama dalam memperkuat pelaksanaan program bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan dan memastikan bantuan hukum dapat diberikan secara lebih terorganisasi. LBH FERADI menargetkan dapat memberikan bantuan hukum kepada 500 orang yang membutuhkan sepanjang 2026, sebuah target yang menempatkan akses terhadap pendampingan hukum sebagai salah satu agenda utama lembaga.
Suasana pertemuan berlangsung cair dan penuh keakraban, diselingi santap siang dengan beragam menu di First Crack Coffee. Di balik suasana informal tersebut, pertemuan menjadi ruang untuk menyatukan langkah antara lembaga bantuan hukum, organisasi advokat, dan firma hukum agar agenda pendampingan masyarakat dapat dijalankan secara lebih luas, terukur, dan berkelanjutan.













