Jurnal1jambi.com,- Kalapas Perempuan Kelas IIB Jambi Meita Eriza mengikuti kegiatan Sosialisasi Bijak Mengelola Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Syariah Indonesia secara virtual di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rabu 13/05/2026. Di tengah tekanan ekonomi yang terus bergerak dinamis, literasi keuangan tak lagi menjadi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi aparatur negara dalam menjaga stabilitas hidup dan profesionalisme kerja.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan OJK serta BSI dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Fokusnya bukan hanya memahami teori pengelolaan keuangan, tetapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya perencanaan finansial yang sehat, aman, dan berkelanjutan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Dalam keterangannya, Meita Eriza menyampaikan bahwa penguatan literasi keuangan menjadi langkah penting untuk menciptakan aparatur yang adaptif dan siap menghadapi tantangan ekonomi modern. Menurutnya, pemahaman terhadap layanan jasa keuangan harus diiringi kemampuan mengelola pengeluaran secara bijak agar kesejahteraan pegawai dapat terjaga secara berkelanjutan.

Di tengah gaya hidup konsumtif dan derasnya arus digitalisasi keuangan, edukasi finansial menjadi benteng agar masyarakat, termasuk aparatur sipil negara, tidak terjebak dalam pola pengelolaan keuangan yang rapuh. Sebab kemampuan mengatur pendapatan bukan hanya soal angka, tetapi tentang cara membangun ketahanan hidup di tengah ketidakpastian ekonomi yang terus berubah.

Melalui kegiatan ini, jajaran pegawai hingga taruna Poltek Imipas didorong aktif mengikuti sosialisasi guna memperluas wawasan terkait pengelolaan finansial yang sehat. Sinergi antara kementerian, OJK, dan BSI dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya literasi dan inklusi keuangan di lingkungan aparatur negara.

Pada akhirnya, kecerdasan finansial bukan semata kemampuan menabung atau berinvestasi, melainkan kesadaran untuk hidup lebih terukur dan bertanggung jawab. Karena ketika pengelolaan keuangan dilakukan dengan baik, produktivitas kerja tumbuh lebih stabil, dan kesejahteraan keluarga memiliki fondasi yang lebih kokoh menghadapi masa depan.

share this :