Jurnal1jambi.com,- Kapolda Jambi Krisno H. Siregar meresmikan Gedung Baru Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bungo sekaligus meninjau fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Bungo di Kabupaten Bungo, Rabu 13/05/2026. Kunjungan kerja itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penegasan bahwa pelayanan publik yang baik harus hadir dalam bentuk nyata: cepat, manusiawi, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kapolda bersama rombongan tiba di Bandara Muara Bungo menggunakan Helikopter AW169 dan disambut unsur Forkopimda serta jajaran Polres Bungo. Didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jambi, rombongan lebih dahulu meninjau fasilitas SPPG di Asrama Perwira Pal 9 sebelum melanjutkan peresmian Gedung Baru SPKT di Mako Polres Bungo.
Dalam peninjauan tersebut, Krisno H. Siregar menekankan pentingnya disiplin dan kualitas pelayanan di lingkungan kepolisian. “SPPG ini harus benar-benar dikelola dengan baik, menjaga kebersihan dan kualitas pelayanan sehingga dapat mendukung program peningkatan kesehatan serta pemenuhan gizi secara maksimal,” tegasnya. Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya bicara gedung megah, tetapi juga soal kesungguhan merawat fungsi dan manfaatnya.

Kapolres Bungo Zamri Elfino menyebut kehadiran gedung baru SPKT diharapkan mampu memangkas hambatan pelayanan masyarakat. Di tengah tuntutan publik terhadap institusi yang lebih responsif dan transparan, fasilitas baru itu menjadi simbol bahwa wajah pelayanan kepolisian harus terus bergerak meninggalkan kesan birokratis yang lamban dan berjarak.
Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita, serta peninjauan langsung ruang pelayanan oleh Kapolda Jambi. Melalui Kabid Humas Polda Jambi Erlan Munaji, ditegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pelayanan publik merupakan bagian dari komitmen Polri Presisi agar institusi kepolisian semakin dekat dan dipercaya masyarakat.
Di balik bangunan baru dan fasilitas yang diperbarui, ada harapan yang lebih besar: kepercayaan publik yang terus dijaga dengan kerja nyata. Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak hanya menilai kepolisian dari megahnya gedung pelayanan, tetapi dari seberapa tulus negara hadir ketika warga membutuhkan rasa aman, kepastian, dan pelayanan yang adil tanpa jarak. (Noval)











