Jurnal1jambi.com,- Persoalan sampah di sejumlah titik di Kabupaten Batanghari kembali menjadi perhatian masyarakat. Pada 07/07/2026, tumpukan sampah terlihat di kawasan depan Dinas Kesehatan, belakang Pasar Baru, depan terminal, dan beberapa lokasi lainnya, sehingga memunculkan keluhan karena mengganggu kebersihan, keindahan lingkungan, serta berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Penumpukan sampah didominasi limbah rumah tangga seperti plastik, dedaunan, dan sampah lainnya. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta belum optimalnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan kebiasaan membuang sampah sembarangan masih sering ditemukan. Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman dipandang.

Dalam penanganannya, Dinas Kesehatan memiliki peran pada aspek promotif dan preventif, seperti edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengawasan dampak sampah terhadap kesehatan, serta inspeksi kesehatan lingkungan. Sementara itu, pengelolaan, pengangkutan, hingga pemrosesan akhir sampah merupakan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sesuai tugas dan fungsinya.

Pemerintah pusat juga terus mendorong percepatan penyelesaian persoalan sampah. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto agar persoalan sampah dapat dituntaskan pada akhir masa pemerintahan. Target tersebut juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang menargetkan penyelesaian 100 persen persoalan sampah pada 2029.

Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan satu pihak. Kolaborasi antara pemerintah melalui peningkatan layanan pengelolaan sampah dan masyarakat melalui perubahan perilaku menjadi kunci menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

share this :