Jurnal1jambi.com,- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menggelar Coffee Morning bersama berbagai pemangku kepentingan di Jambi pada 04/06/2026. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergitas, membangun komunikasi yang lebih erat, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan Pemasyarakatan yang lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan yang dihadiri sejumlah pejabat lintas instansi, mulai dari unsur Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Kementerian HAM, Direktorat Jenderal Imigrasi, pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik, Gerakan Pramuka, hingga insan media. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama antarlembaga dalam menjawab tantangan pembinaan warga binaan yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Irwan Rahmat Gumilar menegaskan bahwa Pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan tugas dan fungsinya. “Saat ini terdapat kurang lebih 5.600 warga binaan yang berada di seluruh UPT Pemasyarakatan di wilayah Jambi. Dukungan, sinergi, dan kolaborasi dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Jumlah warga binaan yang cukup besar menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses pembinaan, pembimbingan, dan pengawasan. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dinilai sangat penting agar program pembinaan tidak hanya berjalan optimal di dalam lembaga pemasyarakatan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial setelah warga binaan kembali ke masyarakat.
Kegiatan Coffee Morning ini sekaligus menjadi momentum membangun kesamaan persepsi antarinstansi terkait arah kebijakan dan program Pemasyarakatan di Provinsi Jambi. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis, kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Ketika komunikasi terjalin dengan baik dan setiap pihak mengambil peran sesuai kapasitasnya, maka Pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga jembatan yang menghubungkan harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.











